Valentine dead

Entah apa yang harus dikatakan lagi pada mereka yang menganggap valentine day atau hari kasih sayang sebagai sesuatu yang wajib untuk dituruti. Mereka saling berlomba-lomba memberikan sesuatu untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada pasangannya (bukan muhrimnya).

Tanggal 14 februari seakan-akan telah menjadi ikon hari kasih sayang kepada pasangan. Di hari itu mereka saling mengungkapkan rasa cinta dengan berbagai cara mulai saling memberi hadiah, pelukan mesra, ciuman hingga memberikan kesuciannya pada pasangannya. Selain itu seolah-olah hari kasih sayang hanya tertumpah pada hari itu dan hari-hari berikutnya boleh berbuat semau kita.

Seperti yang telah banyak banyak diketahui bahwa valentine day bukan berasal dari Islam tapi dari agama Nasrani. Valentine Day merupakan sebuah perayaan untuk menghormati St. Valentinus, yang merupakan seorang martyr (dalam Islam berarti Syuhada).

Selain kesalahan dari diri sendiri, media juga ikut berperan dalam hancurnya akhlak umat Islam. Hampir semua media baik elektronik maupun cetak memberitakan valentine day dengan begitu semarak hingga mengalahkan semaraknya hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Seminggu penuh media elektronik menyajikan film-film yang bernuansa cinta yang isi cerita filmnya tidak sesuai dengan akhlak umat Islam.

Selain itu juga entah kenapa media elektronik seakan enggan memberitakan fatwa MUI tentang haramnya perayaan Valentine Day walaupun ada yang memuat tapi itu cuma di berita teks berjalan. Mereka seakan-akan takut rating perusahaan mereka akan jatuh dengan pemberitaan itu. Padahal dengan memberitakan hal itu, mereka telah membantu masayarakat khususnya umat Islam bahwa ada sesuatu yang buruk dalam valentine day.

Namun semua memang tergantung pada pribadi orang masing-masing. Seperti sabda Rasulullah saw.:

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu”. (HR. Bukhari Muslim).

Jadi terserah kita mau mengikut atau tidak.

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

22 Comments

Add a Comment
  1. Jawabannya tentu TIDAK !!!

  2. wah, bagus…postingnya…

    aq juga tidak setuju…
    karena hari kasih sayang itu…
    setiap hari…

    biar setiap hari dapet coklat…
    hehehehe….

    keep smile…^_^

  3. Yang pasti sebagai muslim kita jangan ikuti kebiasaan orang! Yang dikita aja masih banyak! kenapa nggak coba kita jalani!

  4. Setujuuu.. mau dapet coklat aja harus palentin.. sangat tidak sesuai dengan etika dan ajaran islam..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.