ULM, Wajah Baru Unlam

ULM atau dulu biasanya dikenal Unlam –begitu sebutan Universitas Lambung Mangkurat– di masa ketika penulis memberikan jawaban saat ditanya kuliah dimana? Sebagai urang banjar dan kuliah di kampus tertua di Kalimantan tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Masih teringat senyum orangtua ketika mengetahui anaknya lulus kuliah di Unlam dan juga ketika penulis mengatakan sebentar lagi akan sidang skripsi, suara segukan di balik ujung gawai sana terasa lebih dari cukup untuk membuat penulis meneteskan airmata.

Metamorfosis Unlam menjadi ULM

ulm
Dokumen: pribadi

Sebagai mahasiswa angkatan 2003 tentunya merasakan sekali perbedaan besar ketika Universitas Lambung Mangkurat masih berakronim Unlam yang kemudian melakukan rebranding menjadi ULM. Hal ini bisa terlihat dari segi fisik. 1Apalagi ULM termasuk diantara 7 universitas yang mendapatkan dana dari Islamic Development Bank (IsDB), yang dikenal IsDB 7 in 1. Dari dana 37,5 juta dolar AS, ULM bisa membangun 12 gedung baru yaitu:

  1. Gedung Dekanat;
  2. Lab. IPS;
  3. Lab. IPA;
  4. Gedung Olahraga;
  5. Gedung Fakultas Hukum;
  6. Gedung Teater;
  7. Gedung Pascasarjana;
  8. Gedung FISIP;
  9. Gedung Perpustakaan Digital;
  10. Gedung Teater Umum;
  11. Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa;
  12. Gedung Auditorium.
 1. Membingkai bayang-bayang, Sutarto Hadi (2019:41-42) 

Perubahan ini tentunya tidak lepas dari kegigihan civitas academica ULM. Perubahan besar ini diharapkan menjadi bagian dari kemajuan ULM di masa depan.

ULM, Wajah Baru Unlam

universitas lambung mangkurat
sumber: pribadi

Ketika Unlam mengubah singkatan menjadi ULM, saya termasuk orang yang setuju dengan perubahan itu –bahkan dulu saya pernah berpikir Universitas Lambung Mangkurat berubah nama menjadi Universitas Banjarmasin, disingkat UB– hal itu karena pengalaman penulis, Unlam seringkali dikaitkan dengan Universitas Lampung, belum lagi Unlam seringkali diguyonkan sebagai lambat maju sehingga diperlukan perubahan untuk hal itu. Perubahan Unlam menjadi ULM diharapkan bisa menjadi awal dari rencana besar untuk menjadikan ULM Terkemuka dan Berdaya Saing sembari berusaha agar ULM Go International.

Baca:  Cara Mencegah Penyakit Diabetes Sayuran

Memperkaya Mahasiswa, Menguatkan Alumni

Perubahan fisik tentunya harus sejalan kemajuan non-fisik, salah satunya adalah bagaimana lulusan ULM bisa menjadi bagian dari kemajuan ULM itu sendiri.

Memperkaya Mahasiswa

Arah pendidikan terus berubah, apalagi Mendikbud sekarang –Nadiem Makarim, Mantan CEO Gojek– adalah anak muda yang berwawasan digital. ULM harus siap dengan perubahan itu dengan menyiapkan lulusan yang siap menghadapi era tersebut. Sebagai lulusan FKIP, saya berharap FKIP bisa memperkaya lulusannya dengan pengetahuan digital seperti penggunaan google classroom, edmodo, Microsoft Classroom, dan banyak lainnya. Hal itu diperlukan agar lulusan nantinya bisa memanfaatkan sebanyak mungkin kelas-kelas digital untuk mencapai pembelajaran inovatif dan kreatif.

Menguatkan Alumni

Entah ada berapa banyak alumni ULM di Kalimantan Selatan, ribuan mungkin juga jutaan. Sebagai kampus yang mayoritas mahasiswanya berasal dari penjuru Kalimantan Selatan tentu alumninya sudah menyebar hingga ka buncu banua namun sebagai alumni, saya merasa ULM masih perlu menguatkan dan menggerakkan mereka semisal mendirikan persatuan alumni di kabupaten/kota agar ikatan itu tidak terputus setelah toga terlepas. Sering kali alumni-alumni yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan merasa terhenti dan hubungan itu hanya berakhir menjadi reuni belaka. Selain itu, adanya persatuan/paguyuban atau apapun namanya, ULM bisa memanfaatkan itu untuk pemetaan alumni, seperti berapa banyak yang sudah bekerja atau belum bekerja; bekerja sesuai ijazah atau berbeda dengan ijazah dan banyak lagi lainnya. Dari pemetaan tersebut, ULM bisa mengetahui keterampilan/keahlian apa yang diperlukan di lapangan.

Selain itu ULM diharapkan juga bisa turun ke lapangan untuk terus menguatkan alumni dengan memberikan pelatihan, baik itu berbayar ataupun bekerjasama dengan pemerintah daerah. Sebagai guru dan alumni ULM tentunya sangat berharap ULM bisa melakukan hal tersebut karena dengan adanya kegiatan di daerah maka ilmu lawas yang tarandam bisa naik atau ter-upgrade dengan hal baru. Tidak semua guru pernah ikut bimtek/pelatihan atau semacamnya karena alasan teknis/non-teknis sehingga kegiatan pelatihan di daerah bisa menjadi salah satu oase dalam memperkaya keilmuan lagi.

Baca:  Tips Memilih Theme Wordpress

ULM Terkemuka dan Berdaya Saing

Dikutip dari buku membingkai bayang-bayang karya Sutarto Hadi (Rektor ULM) disebutkan bahwa ULM berada pada ranking 48 Nasional dalam hal publikasi ilmiah (ranking 30 Nasional kalau dhitung dalam jumlah publikasi dalam tiga tahun terakhir). Ada 356 buah yang terindeks scopus dan yang disitasi sebanyak 2.440 kali.

Hal itu tentunya menjadi jawaban atas guyonan lambat maju sekaligus pembuktian bahwa ULM juga bisa seperti kampus-kampus besar lainnya. Kini ULM laksana pesawat yang ada di landasan pacu, bersiap untuk terbang dan menjelajah dunia. Persiapkan diri anda untuk ULM yang lebih terdepan, terkemuka dan punya daya saing mumpuni.

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.