Transkrip Rekaman Rekayasa Kriminalisasi KPK

Rekaman yang diduga sebagai pangkal rekayasa kriminalisasi KPK terus bergulir bahkan RI-1  pun disebut. Rekaman pembicaraan itu diduga dilakukan oleh petinggi di Kejaksaan Agung, Wisnu Baroto, dan Anggodo Widjaja, adik tersangka korupsi Anggoro Widjaja.

Aku memang sejak awal perseteruan KPK dan Polisi + Kejaksaan sudah menduga ada yang rada aneh dengan peristiwa ini dimulai dari kasus penangkapan Antasari Azhar yang terasa diskriminatif. Dan terus berlanjut dengan penetapan tersangka pada dua pimpinan KPK yang lain yaitu Bibit dan Chandra.

Kembali ke masalah rekaman, awalnya aku tidak terlalu percaya dengan rekaman itu namun ternyata Plt. KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean memastikan adanya dokumen berupa rekaman pembicaraan. Akhirnya akupun benar-benar yakin ini benar-benar sebuah skenario untuk membuat para koruptor berjaya lagi di negeri ini.

Berikut transkrip rekaman tersebut seperti dimuat di Kompas .

Wisnu ke Anggodo (23 Juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya.”
“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”
“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus bali ke sini, terus action,”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

Yo pokoke saiki berita acarane dikompliti.”
Wis gandeng karo Ritonga kok de’e.”
Janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen.”
“…Sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”
Lha kon takok’o Truno, tho.”
Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e.”

Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009:19.13)
“Pak tadi jadi ketemu?”
Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”
“Nah itu.”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu kan karena kalo ga ada yang memerintah Chandra Pak, enggak nyambung uang itu Iho.”
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya biarin, yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu.”
“Kan saksinya kurang satu.”
“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo.”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan.”
“Kenapa dana itu dikeluarkan karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, ha-ha-ha….”
“Suruh dia ngakulah Pak, kalau temanan kayak gini, ya percuma punya teman.”

Setelah ada peristiwa ini, apa yang kalian pikirkan ?

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. Wah, berita besar di minggu ini. Dugaan konspirasi untuk menggulingkan duo KPK memang cukup mencengangkan. namun dari awal kasus ini bermula, memang banyak yang menyangsikannya. sepertinya layak ditunggu kebenaran transkrip rekaman yang sekarang sedang beredar.

    Kepada pihak yang berkait, mudah-mudahan dapat segera menyelesaikannya tanpa tebang pilih. negeri ini butuh keadilan, keadilan untuk semua!

    Cara Membuat Blog

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.