Tamu Bukan Raja

Sebenarnya sedikit malu untuk menceritakan ini karena rasa aneh aja (kaya tidak nyambung…cuek aja).

Ceritanya dimulai ketika aku mengikuti sebuah tes untuk kerja dan ketika lembaran soal diberikan. Tiba-tiba aku tertarik dengan sebuah pernyataan yang berbunyi “Setujukah anda bahwa tamu adalah raja”.

Namun entah kenapa aku langsung saja menjawabnya, Tidak karena tidak semua tamu adalah laki-laki (raja biasanya untuk sebutan raja laki-laki) selain itu tidak semua orang dewasa yang datang, bisa juga anak-anak.

Selain masalah itu, kalau tamu adalah raja maka tamu itu bisa semena-mena karena raja biasanya mempunyai sifat absolut dan pada akhirnya dia akan merendahkan kita sebagai tuan rumah.

Itulah sedikit jawaban saya dari pertanyaan itu (dan kata dosen saya kalau kamu lulus itu aneh karena jawaban itu, jawaban seorang DEMONSTRAN…cuek aja…semoga saya lulus).

Di akhir cerita. Tamu bukanlah raja namun dia wajib dihormati selama ia juga menghormati sang tuan rumah dan kesimpulannya adalah Saling menghormatilah karena kita semua sama dimata Tuhan hanya takwanya yang berbeda.

Firman Allah swt. Berbunyi,

Wahai Manusia, Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantaramu disisi Allah adalah yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal” (QS. Al Hujuraat:13).

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

13 Comments

Add a Comment
  1. wah lucu juga ya…

    kamu bener2 jujur…hehehehe,
    tapi iya juga kalo tamunya cewe kan ratu bukan raja…

    hehehehe….

  2. BArangsiapa yang beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, maka hendaklah ia tidak menyia-nyiakan tamunya.

  3. Yah ada juga kan tamu yang bertamu tanpa permisi, atau nekad bertamu padahal kamu udah kasih sinyal kamu lagi tidak ingin ada tamu… (pintu dikunci, lampu dimatikan, dan kamu lagi gak ada di rumah). Maling…. adalah raja? Lucu! Lucu!

    Seorang tamu masuk ke daerah kekuasaan seorang tuan rumah, hendaklah sang tamu berlaku sesuai dengan standar yang diharapkan si tuan rumah. Tentu saja tuan rumah berhak mengusir siapa pun tamu yang kurang ajar, mungkin termasuk 'tembak mati' (misalnya kalo si tamu adalah 'pasukan asing yang menyerbu negara kita' ^^)

    Hey para tamu! Kalo kau ada di Roma, bicaralah bahasa Romawi! Jangan malah sok memaksakan nilai nilai sendiri di tempat orang lain!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.