Rincian Lengkap Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Perusahaan Listrik Negara secara resmi telah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sejak hari ini, Kamis 1 Juli 2009. Meski demikian, pemerintah berjanji akan memantau pengaruh kenaikan listrik terhadap masyarakat. Berikut skema kenaikan tarif dasar listrik rata-rata 10 persen per 1 juli yang sudah disepakati pemerintah dan DPR:

  • Pelanggan 450 VA – 900 VA  tidak mengalami kenaikan
  • Pelanggan 6600 VA ke atas golongan rumah tangga, bisnis, dan pemerintah, dengan batas hemat 30 persen tidak naik karena tarif listriknya sudah mencapai keekonomian.
  • Pelanggan Sosial dinaikkan sebesar 10 persen
  • Pelanggan Rumah Tangga lainnya dinaikkan sebesar 18 persen
  • Pelanggan Bisnis naik sebesar 12 persen hingga 16 persen
  • Pelanggan Industri lainnya sebesar 6 persen-15 persen
  • Pelanggan Pemerintah lainnya sebesar 15 persen-18 persen
  • Pelanggan Traksi (untuk keperluan KRL) naik sebesar 9 persen
  • Pelanggan Curah (untuk apartemen) naik 15 persen
  • Pelanggan Multiguna (untuk pesta, layanan khusus) naik 20 persen

Berikut rincian kenaikan tersebut:

Pelanggan rumah tangga

  • 1.300 VA  Rp672/kwh jadi Rp793/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp24.000
  • 2.200 VA Rp675/kwh jadi Rp797/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp43.000
  • 3.500 s/d 5.500 VA Rp755/kwh jadi Rp891/kwh, naik 18 persen dengan estimasi tambahan per bulan Rp87.000

Pelanggan bisnis

  • 1.300 VA Rp685/kwh jadi Rp795/kwh, naik 16 percent dengan estimasi tambahan rekening per bulan  Rp22.000
  • 2.200 VA-5.500 VA. Rp782/kwh jadi Rp907/kwh, naik 16 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan  Rp38.000
  • >200 kilo VA (KVA)  Rp811/kwh jadi Rp908/kwh, naik 12 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp20,6 juta per bulan.

Pelanggan industri

  • 1.300 VA Rp724/kwh jadi Rp767/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp8.000
  • 2.200  VA Rp746/kwh jadi Rp790/kwh, naik 6 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp12.000
  • 2.200 VA – 14 kVA Rp840/kwh jadi Rp916/kwh, naik 9 persen, dengan  estimasi tambahan rekening per bulan Rp66.000
  • >14 kVA – 200 kVA Rp805/kwh jadi Rp878/kwh, naik 9 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp822.000
  • >200 kva. Rp641/kwh jadi Rp737, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp30,2 juta.
  • >30.000 kVA Rp529/kwh jadi Rp608/kwh, naik 15 persen, dengan estimasi tambahan rekening per bulan Rp1,315 miliar per bulan.

sumber : www.vivanews.com

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

3 Comments

Add a Comment
  1. kalo masih sering mati juga gimana yah?
    .-= fanz´s last blog ..Hampir 1 Bulan =-.

    shaleholic : Ganti aja namanya jadi Perusahaan Lilin Negara dan ganti logo PLN jd warna hitam aja karena banyak pemadamannya 😀 *kali aja nanti ada lomba, bikin nama baru PLN plus Logo barunya, lumayan bisa ikut*

  2. ditempat saya malah sering mati lampu sejak awal bulan kemaren .. pifff
    .-= rian´s last blog ..a sunday journey =-.

    shaleholic : Berarti sama saja dong, 😀

  3. wah naik seh boleh aja, tapi gak usah pake acara mati lampu terus dong,

    shaleholic : Seharusnya memang begitu tapi kenyataannya tidak begitu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.