Prinsip Asuransi yang Harus Dipahami Oleh Nasabah

Dalam memilih produk asuransi supaya aman dan nyaman, Anda perlu mengetahui prinsip asuransi tersebut. Jenis asuransi berdasarkan pengelolaannya dibedakan menjadi dua, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Keduanya tentu memiliki prinsip yang berbeda dan perlu Anda ketahui sebelum memutuskan memilih menggunakan yang mana. 

asuransi

Pada asuransi itu sendiri terdapat konsep “The Law of Large Numbers”. Konsep ini mengacu kepada kecenderungan saat semakin sering seseorang melakukan suatu hal atau peristiwa, maka akan semakin tinggi risiko pada hal atau peristiwa tersebut. Ibaratnya saat Anda melempar koin, maka Anda akan mendapatkan kemungkinan 50% untuk setiap sisi koin menghadap ke atas. Semakin sering Anda melempar koin tersebut, maka persentase kemungkinannya juga akan semakin besar. 

Oleh karenanya, fungsi asuransi adalah sebagai bentuk proteksi diri dari risiko yang mungkin akan terjadi di masa depan. Supaya Anda tak salah paham dengan cara kerjanya, simak prinsip-prinsipnya berikut ini. 

Prinsip-prinsip Asuransi Konvensional

Adapun prinsip-prinsip yang mendasari dalam asuransi konvensional berlaku untuk semua jenis asuransi, baik itu asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Dimana penjelasan mengenai prinsip tersebut dapat Anda baca di bawah ini. 

1. Insurable Interest

Berarti ada kepentingan yang diasuransikan. Anda harus memiliki kepentingan terhadap harta benda atau objek yang bisa diasuransikan, dan objeknya pun harus legal dan termasuk layak. Sehingga saat objek tersebut rusak akibat musibah, maka tertanggung akan mendapatkan ganti rugi finansial. 

2. Utmost Good Faith

Adanya itikad baik antara pemegang polis dan perusahaan asuransi dalam melakukan perikatan. Sehingga kedua belah pihak harus mengungkapkan informasi secara detail dan akurat. 

3. Proximate Cause

Di saat objek yang diasuransikan mengalami kerugian, maka perusahaan asuransi merujuk pada prinsip ini untuk menentukan kondisi yang menyebabkan terjadinya risiko serta syarat pencairan. Dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya perselisihan oleh kesalahpahaman akibat risiko.  

4. Indemnity

Prinsip ganti rugi ini mengacu pada fungsi asuransi untuk mengembalikan posisi keuangan nasabah ketika mengalami suatu risiko ke kondisi sebelum terjadi risiko dengan menggunakan beberapa metode bentuk pemberian kompensasi. 

5. Subrogation

Prinsip ini adalah pengalihan hak dari tertanggung kepada perusahaan asuransi dalam keadaan perusahaan asuransi tersebut sudah membayar kewajiban ganti rugi pada tertanggung. Prinsip ini hanya berlaku untuk kontrak asuransi dengan prinsip indemnity. 

6. Contribution

Kontribusi pemberian proteksi akan timbul saat Anda mengasuransikan suatu objek ke beberapa perusahaan asuransi sekaligus. 

7. Loss Minimization

Prinsip ini adalah untuk mengurangi atau memperkecil risiko yang akan dihadapi oleh pemegang polis. Dengan cara pre lost minimization dan post lost minimization. 

Prinsip-prinsip dari Asuransi Syariah

Dalam asuransi syariah, prinsip yang digunakan tentu mengacu pada prinsip sesuai syariah agama Islam. Berikut diantaranya. 

1. Tauhid

Tak seperti asuransi konvensional, asuransi syariah memiliki prinsip bukan untuk mendapatkan perlindungan semata melainkan untuk saling menolong saat terjadi musibah atau risiko di masa depan. 

2. Mengutamakan Keadilan

Adil yang dimaksud disini adalah dalam hal hak dan kewajiban masing-masing, tak hanya nasabah saja melainkan juga pihak asuransi. 

3. Tolong Menolong 

Pemegang polis asuransi syariah diwajibkan untuk saling menolong sesama pemegang polis. Sementara pihak asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana. 

4. Kerjasama Nasabah dan Perusahaan Asuransi

Kerjasama perlu dilakukan supaya kedua belah pihak dapat menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang sesuai akad yang telah disepakati sejak awal. 

5. Dilandasi Prinsip Amanah

Pihak asuransi harus amanah dalam mengelola dana nasabah. Dan nasabah harus jujur ketika mengajukan klaim.

6. Saling Rida

Prinsip dasar ini berlaku untuk kedua pihak. Nasabah harus rida dananya dikelola oleh perusahaan asuransi, begitu pula sebaliknya. 

7. Menghindari Riba

Prinsip asuransi syariah berikutnya adalah menghindari riba. Dana dari nasabah akan ditempatkan di berbagai bisnis yang sesuai prinsip syariah. 

8. Menghindari Gharar

Konsep risk sharing ini dapat menghindari gharar atau ketidakjelasan sebab kedua pihak harus mengutamakan kejelasan secara transparan terlebih dahulu.

9. Menghindari Bertaruh

Asuransi syariah menghindari bertaruh dan sebagai gantinya menggunakan sistem risk sharing. 

10. Menjauhi Praktik Suap Menyuap

Praktik suap menyuap sangat dilarang dalam layanan asuransi syariah. Sebab hal tersebut hanya akan menguntungkan satu pihak saja. 

Demikian penjelasan mengenai prinsip asuransi. Pada dasarnya, prinsip asuransi syariah dan konvensional adalah berbeda. Semoga dengan informasi ini, Anda bisa lebih memahami perbedaan diantara keduanya ya!

Author: shaleh
Seorang #Father #Teacher #Reader #ContentWriter | Bagian Dari Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.