Pertunjukan Pengadilan

Kumasuki gedung pertunjukan
Yang bertuliskan pengadilan
Bayar karcis seharga 1000
Ku duduk di depan
Ku lihat aktor berbaju hitam
Masuk dan duduk di atas
Di depannya ada palu dan tulisan
Hakim ketua dan hakim anggota
Kemudian…
Masuk aktor baru
Juga pakai baju hitam
Di depannya ada buku dan tulisan
Pengacara
Ia aktor hebat
Mereka penyair yang berbicara indah
Tak lama kemudian…,
Masuk aktor baru
Lagi-lagi pakai baju hitam
Di depannya ada berkas dan tulisan
Penuntut
Kerjanya tuntut orang
Tak berapa lama…,
Masuklah aktor utama
Terdakwa si miskin
Duduklah ia di tengah aktor lain

Sang penuntut pun berkata,
“Ia telah mencuri dompet disertai kekerasan, melanggar pasal ini dengan ancaman kurungan selama-lamanya 5 tahun. Maka kami menuntutnya 5 tahun penjara.” Terdakwa si miskin, hanya bisa tertunduk mendengarnya.

Sang pengacara pun berkata,
“Tak ada yang bisa kami perbuat, klien kami telah terbukti.”

Kemudian…,
Masuk aktor utama lain
Terdakwa si kaya
Duduklah ia di tengah aktor lain
Sang penuntut pun berkata,
“Ia telah mengkorupsi uang Negara sebesar 1 miliar dan melanggar pasal ini dengan ancaman kurungan selama-lamanya seumur hidup atau hukuman mati, maka kami menuntutnya 5 bulan penjara.”

Hakim terkejut mendengar tuntutan tersebut dan berkata,
“Kenapa lebih ringan dari pencuri tadi, bukankah yang dicurinya lebih banyak”

Sang penuntut pun menyahut,
“Kan bunyi pasal tadi selama-lamanya artinya paling lama seumur hidup atau hukuman mati, artinya boleh kurang dari itu dan lagian orang yang dicuri uangnya tidak ribut. Kalau pencuri tadi walau uangnya kecil tapi ribut sampai teriak maling sedangkan dia walau mencuri 1 miliar tapi tidak ada yang ribut sampai teriak maling.”

Hakim pun manggut-manggut,
“Oh, begitu. Boleh-boleh!

Si kaya tersenyum mendengarnya

Tapi sang pengacara menyahut,
“Klien kami tak bersalah dan anda tidak punya bukti serta hukuman 5 bulan terlalu berat baginya karena ia akan sakit jadi harus selalu berobat ke luar negeri, jadi kami mohon hakim membebaskannya.”

Tibalah giliran sang hakim bicara
Membaca skenario yang ia buat,
“Setelah memperhatikan, mendengarkan dan menimbang dari saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada serta penjelasan dari penuntut dan pengacara. Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat dan berkekuatan hukum tetap, maka kami memutuskan
si miskin di vonis 5 tahun penjara
si kaya bebas tanpa syarat.”
Tok … tok … tok …
Palu telah diketok

Plak…plak…plak
Bunyi tepuk tangan
Kerabat dan sahabat si kaya

Hiks…hiks…hiks…
Bunyi tangis
Kerabat dan sahabat si miskin

Tak adil tapi itulah dunia pertunjukan
Penuh kehitaman karena berbaju hitam

Kandangan, 2007

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. he..he… baru sadar ya, kalau yang hitam itu bikin ngeri….he…he….

  2. Hello I just entered before I have to leave to the airport, it’s been very nice to meet you, if you want here is the site I told you about where I type some stuff and make good money (I work from home): here it is

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap