PERATURAN LALU LINTAS UNTUK SIAPA?

Ini merupakan tulisan saya juga yang berhasil masuk koran, saya sebenarnya tak pernah menyangka kalau saya pada akhirnya bisa seperti ini. Ternyata menulis itu menyenangkan dan usahakan jangan buy essays online untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Berikut tulisan saya ini.
Sekarang polisi sedang giat menggalakkan kampanye tertib lalu lintas hampir di seluruh kota di Indonesia. Kita bisa melihat ketika kita menyusuri jalanan di kota ini, hampir di setiap pos penjagaan polisi ada spanduk yang bertuliskan:

Patuhi peraturan lalu lintas , gunakan helm standar jangan helm kerupuk, jangan terus ketika lampu merah, dll.

Itu adalah himbauan yang sangat bagus dan patut untuk dilaksanakan, karena itu adalah salah satu cara agar kita terhindar dari sebuah kecelakaan walaupun orang sering berkata hidup dan mati ada di tangan tuhan. Itu sangat betul tak ada yang menyalahkan tapi kita harus berusaha menghindari hal-hal yang bisa mendekatkan kita pada sebuah kematian. Kalau ternyata kita sudah berusaha untuk mematuhi peraturan yang ada namun ternyata tetap saja terjadi itu adalah takdir namun kita sudah berusaha jadi tak ada yang akan disesali. Seandainya saja kita berkendaraan tidak pakai helm dan ternyata jatuh dan kepala kita bocor, mungkin di dalam hati kita akan berkata seandainya pakai helm tidak akan seperti ini. Memang sesuatu kesadaran tentang kesalahan biasanya datang terlambat, seperti kata pepatah nasi sudah jadi bubur.
Islam adalah agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam dan selalu menyuruh umatnya untuk melakukan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang keji. Islam juga memerintahkan umatnya untuk mematuhi peraturan yang dibuat oleh umara selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam yang terkandung dalam Al Quran dan hadist maka kita wajib mengikutinya.

Peraturan lalu lintas yang dibuat oleh kepolisian mengenai tata tertib berkendaraan adalah salah satu peraturan yang baik untuk diikuti karena itu salah satu cara agar kita terhindar dari kecelakaan. Peraturan mengenai lalu lintas berkendaraan ditujukan kapada semua lapisan masyarakat, tak peduli apa dia miskin atau kaya, pejabat atau rakyat, polisi atau sipil, dll.
Namun entah siapa yang memulai dan entah sejak kapan itu terjadi, orang-orang yang mau ke pengajian atau mau shalat berjamaah biasanya shalat jumat, di suatu mesjid yang jauh dari tempat tinggalnya tiba-tiba saja tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan yang paling banyak dilanggar adalah mengenai penggunaan helm. Padahal helm adalah salah satu atribut berkendaraan yang wajib dipakai kalau berpergian karena kalau kita tidak pakai helm dan tertangkap sewaktu ada razia biasa kita langsung kena tilang dan biasanya kena denda sebesar 25.000 rupiah. Namun sekarang hanya dengan bermodal baju busana muslim dan ditambah dengan sajadah, orang-orang yang mau ke pengajian atau shalat bisa berlenggang tanpa takut harus kena tilang.

Entah sejak kapan dan siapa yang memulai, polisi juga tidak berani menilang orang yang memakai busana muslim. Mungkin mereka berpikir kalau nanti ditilang malah takut dianggap menggangu orang yang melaksanakan ibadah. Itu kalau hari biasa tapi biasanya yang paling parah terjadi adalah ketika bulan ramadhan tiba, apalagi kalau orang mau pergi shalat tarawih banyak yang tidak pakai helm khususnya anak mudanya. Namun tidak semua anak muda melanggar peraturan itu ada juga yang tidak, biasanya yang paling banyak melanggar peraturan dan tidak memakai helm adalah laki-laki padahal mereka tidak ribet dalam berpakaian malah wanita yang jarang melanggar peraturan tersebut padahal mereka ribet dalam berpakaian, khusus yang memakai jilbab. Selain tidak memakai helm biasanya mereka juga sering kebut-kebutan yang sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan yang lain. Mereka seakan tak peduli dengan keselamatan orang lain apalagi dirinya sendiri. Mungkin mereka berpikir aku mau pergi shalat, kalau aku mati aku bisa masuk sorga, begitu mudahkah hanya bermodal busana muslim terus ingin pergi shalat tapi kita tak mematuhi peraturan yang berlaku , mau pergi ke mesjidnya saja mengebut dan membahayakan orang lain dan di jalan biasanya ada saja orang yang menyumpahinya kada balampu atau baadat. Selain di ketika mau pergi ke pengajian atau shalat.

Selain pelanggaran tentang penggunaan helm, ada juga pelanggaran yang lain yaitu masalah lampu merah. Saya sering melihat, orang yang pakai becak dan naik sepeda sebagian ada yang suka terus saja kemudian berhenti jauh dari batas marka jalan sehingga mengganggu mereka yang lewat. Hingga terkadang berpikir apa tidak ada peraturan untuk mereka? Atau memang ada hanya saja mereka diberi toleransi.
Terlepas dari semua permasalahan di atas, kalau memang mereka telah diberi toleransi harusnya disosialisasikan. Kalau tidak, kenapa tidak ditindak?
Atau begini saja, bagaimana peraturannya saja yang diubah. Yang bunyinya begini:
1. Setiap pemakai kendaraan bermotor roda 2 diwajibkan memakai helm standar, kemanapun mereka pergi kecuali mau ke pengajian, shalat atau kondangan.
2. Lampu merah hanya berlaku bagi kendaraan bermotor.

Apa anda setuju?

(Dimuat di Radar Banjarmasin, 2 Juli 2007)

 

Author: shaleh
Seorang #Father #Teacher #Reader #ContentWriter | Bagian Dari Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.