Meningkatnya Kejahatan Cyber di Tengah Pandemi Covid-19

Situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia telah membuat pemerintah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah dan memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, hingga berbelanja. Perubahan pola aktivitas masyarakat dengan meningkatnya aktivitas online tersebut justru dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan seperti phishing, ransomware, dan malware pengumpulan data.

Menurut data dari Google, serangan phising yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 meningkat sejak bulan Januari 2020 dengan jumlah 149ribu. Bahkan hingga bulan Maret, serangan phising mencapai 522 ribu dengan berbagai media penyaluran seperti web palsu, berkas dokumen, dan yang paling banyak adalah melalui e-mail.

Sementara di Indonesia menurut data yang dirilis Patrolisiber.id, pada bulan Januari hingga pertengahan Juni 2020 jumlah kejahatan cyber meningkat hingga mencapai 2.259 kasus. Dari jumlah tersebut 527 kasus telah selesai. Kejahatan cyber yang dilaporkan antara lain penipuan online, akses ilegal, pencurian data, peretasan sistem elektronik, gangguan sistem, dan manipulasi data. Tindak kejahatan cyber yang terjadi di Indonesia bukanlah hal baru karena sudah mulai muncul beberapa tahun silam. Laporan State of The Internet tahun 2013, Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus kejahatan siber terbanyak di dunia.

Pentingnya Asuransi Cyber

Banyak masyarakat Indonesia yang masih belum memiliki asuransi cyber sebagai salah satu cara untuk meminimalisir kerugian finansial dari dampak serangan cyber. Padahal jika melihat risiko yang terjadi, serangan cyber dapat menyebabkan kerugian khususnya bagi para pelaku bisnis.

Cyber Insurance dibutuhkan sebagai back up dari upaya pencegahan dan pengamanan cyber yang sudah dilakukan sebagai salah satu cara untuk meminimalisir kerugian finasial jika sistem keamanan yang dimiliki masih dapat diterobos oleh cyber hacker.

Tindakan seperti pencurian data hingga akses ilegal pada sistem perusahaan tentu berisiko membuat perusahaan mengalamai kerugian. Upaya pencegahan yang dilakukan Badan Cyber Nasional dan Keminfo agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan tersebut tentu juga tergantung pada kemampuan dan literasi informasi masyarakat itu sendiri.

Untuk itu, para pelaku bisnis disarankan untuk bekerjasama dengan Cyber Risk Consultant. Ini dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan risiko yang terjadi akibat dari kejahatan cyber yang dapat menyebabkan kerugian finansial dan dapat berimbas terhadap reputasi dan bisnis perusahaan. Salah satu cyber risk consultant yang telah berpengalaman adalah Marsh Indonesia. Marsh telah berpengalaman membantu ribuan perusahaan dalam mengelola risiko bisnis termasuk risiko cyber dalam menilai, mengelola, dan merespon secara efektif ancaman dunia maya yang dihadapi perusahaan.

Source:

  • https://mediaindonesia.com/read/detail/310180-ancaman-cyber-crime-di-tengah-wabah-covid-19
  • https://www.patrolisiber.id/statistic

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.