Mengenal Kata Ulang (Reduplikasi)

sumber : metalingua.wordpress.com

shaleholic.com – Hari ini kita kembali mencoba belajar tentang kebahasaan. Topik kali bahasa kali ini tentang Kata Ulang, saya yakin kalian sudah pasti mengenal dan memahami apa itu kata ulang, tulisan ini hanyalah sebagai pengingat saja. Berikut beberapa penjelasan tentang kata ulang yang diambil dari BSE Aktif Berbahasa Indonesia Karya Dewi Indrawati & Didik Durianto Untuk SMP/MTs Kelas VII, Hal 169 – 171.

1. Pengertian Kata Ulang

Kata ulang adalah kata yang terdiri dari perulangan kata dasar.
Contoh:

  • kata → kata-kata                        
  • gerak → gerak-gerik
  • senang → senang-senang      
  • sayur → sayur-mayur
  • tiba → tiba-tiba                            
  • lauk → lauk-pauk
  • balik → bolak-balik                    
  • baik → baik-baik

2. Kata dasar kata ulang

a. Berdasarkan bentuknya

  1. Kata asal, misalnya, takut-takut, tiba-tiba, makan-makan, bolak-balik, gerak-gerik, dan sebagainya.
  2. Kata bersambungan, misalnya, makanan-makanan, berjalan-jalan, hulubalang-hulubalang,dan sebagainya.

b. Berdasarkan jenis katanya

  1. Kata keadaan, misalnya, takut-takut, baik-baik,dan sebagainya.
  2. Kata kerja, misalnya, makan-makan, minum-minum, tiba-tiba,dan sebagainya.
  3. Kata benda, misalnya, hulubalang-hulubalang, makanan-makanan, baju-baju, dan sebagainya.
  4. Kata bilangan, misalnya, satu-satu, sepuluh-sepuluh,dan sebagainya.
  5. Kata ganti, misalnya, apa-apa, siapa-siapa,dan sebagainya.

3. Pengulangan kata dasar

Ada empat cara dalam mengulang kata dasar, yaitu sebagai berikut.
a. Mengulang seluruh kata dasarnya, contohnya:

  • takut → takut-takut
  • datang → datang-datang
  • tiba → tiba-tiba
  • tanda → tanda-tanda

b. Mengulang sebagian dari kata dasarnya, contohnya:

  • berjalan → berjalan-jalan
  • sama → sesama
  • memukul → memukul-mukul
  • tangga → tetangga
  • berlari → berlari-lari
  • berapa → beberapa

c. Mengulang kata dasar sekaligus dengan afiksasi, contohnya:

  • malas → bermalas-malas
  • tinggi → setinggi-tingginya
  • pandai → sepandai-pandainya

d. Mengulang kata dasar dengan perubahan, contohnya:

  • balik → bolak-balik
  • gerak → gerak-gerik
  • sayur → sayur-mayur
  • mandir → mondar-mandir

4. Arti perulangan

a. Menguatkan, misalnya,

  1. Malam ini sunyi-senyap (amat sunyi).
  2. Pesta di rumah terdengar hiruk-pikuk (sangat hiruk = ribut).

b. Kebanyakan, pada umumnya, selalu dalam keadaan, misalnya,

  1. Pemain basket di tim itu tinggi-tinggi (pada umumnya tinggi).
  2. Bayi di pemukiman itu sehat-sehat (kebanyakan sehat).

c. Agak atau sedikit, misalnya,

  1. Bunga itu hampir layu, warnanya merah kecokelat-cokelatan (agak cokelat).
  2. Akibat terjatuh dari pohon, anak itu berjalan terpincang-pincang (sedikit pincang).

d. Paling, bagaimanapun, …mungkin, misalnya,

  1. Nilai agar dapat lulus UAN serendah-rendahnya 5,0 (paling rendah).
  2. Potonglah sayuran itu sekecil-kecilnya (sekecil mungkin).
  3. Sejahat-jahatnya manusia, suatu saat pasti akan bertobat (bagaimanapun jahatnya).

e. Berulang-ulang, misalnya,

  1. Jangan berteriak-teriak di sini, mengganggu orang!
  2. Adik mencari ibu sambil memanggil-manggil namanya.

f. Saling, misalnya,

  1. bersalam-salaman
  2. berpeluk-pelukan

g. Bermacam-macam, misalnya,

  1. buah-buahan
  2. lauk-pauk
  3. sayur-mayur

h. Menyerupai, misalnya,

  1. kuda-kudaan
  2. anak-anakan
  3. langit-langitan

i. Menyatakan jumlah, misalnya,

  1. sedikit-sedikit
  2. masing-masing
  3. satu-satu

j. Selalu, misalnya,

  1. Ibu membela-belai adik untuk menunjukkan kasih sayangnya.
  2. Hatinya sedih karena setiap hari dimaki-maki oleh pamannya.
Baca:  Tahun 2016, Sertifikasi Guru Dengan Biaya Sendiri

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.