Hadapi dengan bijak virus corona

Pemberitaan mengenai wabah virus corona Covid-19 memang membuat panik di sejumlah negara. Namun dibalik itu, karena wabah tersebut kita sekarang lebih memperhatikan kesehatan dan lebih menjaga kebersihan. Yang awalnya kita tidak terlalu memperdulikan kebersihan apalagi kesehatan, kini kita seolah-olah menjadi dokter dan mencari tahu sendiri bagaimana supaya bisa menjalani hidup dengan sehat dan bersih dari segala penyakit khusunya virus yang tersebar pada saat ini.

corona virus
Sumber: Market.bisnis.com

Selain itu kita juga jadi mengingat untuk peduli dengan sesama dan memaksa diri untuk bisa bekerja sama secara global dengan kompak melakukan social distancing juga isolasi mandiri. Dengan mengingat bahwa hidup manusia secara tidak langsung saling terhubung dalam artian membutuhkan antara satu sama yang lain, dan kita diingatkan juga betapa berharganya kita satu sama lain. Hal ini bisa dibuktikan dari saling syuport akan sembuh dari virus yang dapat dikatakan positif terinfeksi pada tubuh. menandakan bahwa masing-masing dari kita special dan tidak ada yang menginginkan kematian, maka dari itu tim medis selalu berusaha keras untuk menyembuhkan pasien yang sudah positif terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Selain itu, tingkat sosial yang tinggi tidak membedakan satu sama lain. Dunia seakan sedang berbondong-bondong untuk mengalahkan musuh bersama yakni virus corona. Kerja sama dalam skala global itu belum pernah terjadi. dan baru terjadi sekarang, sehingga dapat ditarik kesimpulan sisi positif dari virus corona atau COVID-19 salah satunya adalah menjadikan kita semua mengenal arti dari kerjasama yang sesungguhnya.

Kesehatan mental yang buruk hingga polusi dan polarisasi yang meningkat, seakan menjadi bukti bahwa masyarakat terlalu sibuk bekerja, konsumsi berlebihan, dan terlalu individulisme. Ketika sosial distancing sedang dilaksanakan di seluruh dunia, kualitas udara menjadi membaik. Dan itu semua salah satu cara alam menegur kita bahwa dunia bukanlah segalanya jika dipenuhi dengan kepadatan aktifitas yang menjadikan lupa akan kesehatan. Sekarang diam dirumah melatih kita untuk merenungkan sebentar, nasihat alam yang ingin disampaikan. Maka, sadarlah. Kita bisa lihat hal ini dari hasil dokumentasi dari China ke Italia, dengan emisi karbon mencapai titik terendah baru setiap hari karena berkurangnya perjalanan udara. Luar biasa kan.

Bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas di antara sesama. Sementara ancaman pandemi, bagaimana pun telah menyatukan seluruh umat manusia melawan ancaman nyata. Manusia saling membantu tanpa perlu melihat suku, ras, atau kepercayaan. Disinilah sisi positif yang harus kita sadari lebih dalam lagi. Bahwasanya semua manusia itu sama, tidak ada yang membedakan antara satu dengan yang lainnya, cukup sejarah kehisupan masing-masing yang menentukan kualitas dari masing-masing individu tersebut. dan hal ini juga diperlukan relasi yang kuat, sehingga mau tidak mau kita harus banyak bersosial karena hakikatnya hidup itu saling membantu tidak bisa berdiri atau berjalan sendiri sampai diujung mimpi. Jadi, bagaimana dengan diri kamu. Masih mau egois dan menang sendiri dengan keadaan yang menimpa kita saat ini. Walaupun nyatanya kita harus bijak dan tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri terhadap kenyataan pahit yang harus dilewati. Setidaknya kita bisa tahu mana yang benar dan tidak, mana yang harus dipercaya dan diabaikan. Karena dalam situasi virus corona atau COVID-19 yang menyebar diseluruh dunia. Banyak sekali dari mereka yang memanfaatkan kejadian ini untuk kesempatan besar sebagai ladang meningkatnya ekonomi keluarga. Walaupun dengan cara yang tidak wajar dalam artian tidak benar. Sepertihalnya, menjual kembali masker penutup hidung yang sudah menjadi bekas.

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.