Duta Baca Kalsel Melawan Stigma Malas Baca Orang Indonesia

Minat baca orang Indonesia sudah mendapatkan stigma rendah dan hal itu semakin terpuruk karena berdasarkan laporan The World’s Most Literate Nations yang menyatakan Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia hanya unggul satu peringkat dari Botswana yang menjadi negara juru kunci peringkat literasi. Walaupun stigma rendah minat baca ini masih bisa diperdebatkan namun berita dan survei itu telah memberikan gambaran beberapa hal yang bisa kita ambil pelajarannya.

Dari hal itulah pemerintah melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia semakin terus menggalakkan dan menyebarkan minat baca, salah satunya dengan menunjuk duta baca nasional. Penunjukan Duta baca nasional sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan sudah ada tiga publik figur yang menjadi duta baca nasional, yakni Tantowi Yahya (2006-2010), Andi F Noya (2011-2015), dan Najwa Shihab (2016-2020). Penunjukkan duta baca nasional tentunya diharapkan bisa meningkatkan minat baca serta menumbuhkan kegemaran membaca masyarakat Indonesia. Selain Perpustakaan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga ikut menyebarkan virus literasi melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (GERNAS BAKU).

Melawan Stigma Malas Baca

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan pada kamis, 11 Juli 2019 menggelar pemilihan Duta Baca provinsi Kalimantan Selatan. Dalam lomba yang diikuti oleh perwakilan perpustakaan kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Selatan kecuali Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Kotabaru, akhirnya terpilihlah Rachmi Nafissa Ramadhan, perwakilan dari Tabalong sebagai Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019. Terpilihnya Duta Baca Kalsel 2019 ini diharapkan mampu mempromosikan dan meningkatkan kegemaran membaca bagi masyarakat Kalsel. Kehadiran duta baca 2019 baru ini juga diharapkan bisa membawa generasi milenial lebih dekat dengan perpustakaan sehingga bisa menjadikannya salah satu tempat yang digandrungi untuk dikunjungi. Mengubah sesuatu yang jarang dilakukan menjadi sering dilakukan, tentunya akan banyak tantangan. Duta baca kalsel tentu tidak bisa bekerja sendiri dalam membumikan membaca di tanah Antasari, perlu dukungan semua pihak agar literasi Kalsel mengalami peningkatan.

Minat baca tentunya tidak bisa tumbuh kembang sendiri, lingkungan keluarga merupakan salah satu tempat yang memengaruhi hal itu dan orangtua menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan minta baca anak-anak mereka. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam meningkatkan minat baca di lingkungan keluarga, antara lain, pertama, jadilah teladan. Orangtua harus menjadi figur teladan serta memberikan contoh kepada anak untuk menyukai membaca, hal itu bisa dilakukan dengan kegiatan membaca bersama, membacakan cerita/dongeng yang disukai anak sebelum tidur. Kedua, Kalau biasanya liburan ke tempat wisata, maka coba ajak anak untuk berkunjung ke perpustakaan agar mereka dekat dengan sumber belajar. Ketiga, jadikanlah buku sebagai bagian dari keberhasilannya. Kalau biasanya anak diberikan hadiah berupa mainan/busana maka cobalah untuk merubahnya dengan hadiah buku. Keempat, Membeli buku bersama. Sisihkan uang anda, ajaklah anak ke toko buku dan biarkan dia memilih buku yang ingin dibelinya, hal itu dapat membentuk kepribadian anak untuk mencintai buku. Kelima, selain membeli dan membaca buku, ada hal yang penting yaitu kontrol orangtua terhadap buku yang dibaca dan dibeli anak karena tidak semua buku baik untuk perkembangan anak. Pilihlah buku yang sesuai dengan usia perkembangannya sehingga mampu menumbuhkan karakter positif pada diri anak.

Mendukung Duta Baca Kalsel

Terpilihnya Rachmi Nafissa Ramadhan atau biasa dipanggil Icha sebagai Duta Baca Kalsel 2019 harus didukung oleh elemen masyarakat agar visi misi yang diembannya bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, pemilihan duta baca kalsel diharapkan menjadi sebuah agenda rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ke depannya dan untuk Dinas Perpustakaan kab/kota agar lebih menyiapkan duta-duta sehingga tidak ada Dinas Perpustakaan kab/kota yang tidak mengirimkan dutanya. Mungkin pemilihan duta baca tidaklah semewah pemilihan duta lainnya namun hal itu tidak akan memengaruhi betapa pentingnya duta baca bagi provinsi ini.

Penulis, selaku peringkat 2 Duta Baca Kalsel 2019 akan terus berusaha dan berjuang agar visi misi yang sudah dipaparkan dihadapan dewan juri bisa dilaksanakan dan diimplimentasikan di lapangan. Tentunya akan ada tantangan bagi duta baca dalam mewujudkan visi misi itu namun penulis berharap hal itu nantinya tidak akan menyurutkan semangat para duta baca yang sudah mewakili kab/kota agar tetap semangat dalam mewujudkan mimpi-mimpi dalam dunia literasi. Dinas perpustakaan kab/kota juga diharapkan bisa terus membina dan mengembang pada duta baca daerah masing-masing, minimal mengikutsertakan mereka dalam segala kegiatan yang berhubungan dengan dunia membaca yang dilaksanakan dinas perpustakaan kab/kota.

Dan kepada Icha, selamat atas terpilihnya menjadi Duta Baca Kalimantan Selatan 2019, ada banyak harapan yang disematkan kepadamu namun kami semua percaya, kamu bisa mengemban semua itu dengan baik dan penuh tanggung jawab. Tabik.

The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.