Cerita Kesuksesan Calla The Label yang Sukses Melawan Arus

Tahun 2016 hingga 2017, dunia fashion kaum milenial Indonesia penuh dengan nuansa warna hitam dan putih saja. Akan tetapi, di akhir tahun 2017, ada brand Calla The Label yang hadir dengan gebrakan baru dengan gaya yang mencolok. Sukseskah brand baru yang melawan arus itu?

Calla The Label

Tidak hanya sukses, bahkan brand itu menginspirasi brand-brand lain untuk membuat busana dengan gaya yang serupa. Yeri Afriyani, Founder brand tersebut mengaku bahwa ia tidak mengira gebrakannya itu jadi pelopor hadirnya tren baru. Sebab, awal kemunculan brand ini hanya menawarkan nuansa ready to wear dengan warna yang cerah.

Lantas bagaimana upaya Yeri untuk mensukseskan brand yang hampir semua produknya melawan tren yang ada? Simak ulasan cerita kesuksesan Calla The Label berikut ini.

7 Tips Bisnis Clothing Line dari Founder Calla The Label

Berikut ini 7 tips kesuksesan Yeri dalam mengembangkan bisnis fashion Calla The Label yang bernuansa ceria ini.

1. Berani Beda

Yeri awalnya seorang event organizer (EO). Dia biasa bertemu dengan klien dan mengatur berbagai acara. Sebagai seorang EO, sepertinya fashion sangat penting baginya. Tapi dulu, trennya hitam putih.

Lantas ia berpikiran untuk tampil beda, dan memunculkan konsep bisnis clothing yang bermotif dan penuh warna-warna confetti. Tidak lama ide ini diproduksi, busana warna-warni menjadi tren tahun 2018 hingga saat ini.

2. Buat Komunitas

Awalnya, Yeri mengusulkan konsep desainnya sendiri untuk berteman dan berada di dekatnya. Dia kemudian membuat komunitas dan menamakannya Calla The Squad. Untuk menjadi berbeda dan berlawanan dengan mode, Anda tidak bisa sendirian. Bentuk komunitas seperti itu dan berkumpul.

3. Tonjolkan Kebanggan Produk Lokal

Diakui Yeri, ide confetti tidak datang dari dirinya, melainkan dari Eropa. Namun, brand Eropa yang merilis konsep confetti harganya sangat mahal. Di sini, dia merasa ada peluang besar untuk mendirikan brand-nya sendiri.

4. Manfaatkan Media Sosial

Dengan semakin populernya media sosial yang penuh warna dan kreatif, tren hitam putih itu sendiri berangsur-angsur menghilang. Di sisi lain, kaum muda memang membutuhkan perhatian. Desain Calla The Label yang stylish dan penuh warna serta ceria pasti akan menarik perhatian.

5. Produk yang Ramah Lingkungan

Seperti kita ketahui bersama, Yeri sangat peduli terhadap masalah lingkungan. Inilah mengapa dia lebih memilih kain berbahan organik sebagai ciri khasnya. Namun, strategi ini sangat efektif dalam menjaring pelanggan. Brand ini juga selalu menghasilkan campuran yang tidak mengandung campuran biji plastik dan polyester, yang tidak akan merusak lingkungan.

6. Kolaborasi

Ketika Calla The Label menjadi populer, Yeri bekerja dengan berbagai kelompok termasuk selebriti. Ini untuk memasuki pasar yang lebih luas di luar komunitas. Kerja sama dengan banyak orang juga merupakan bagian dari strategi pendidikan.

Pasalnya tidak sedikit orang yang kurang percaya diri dalam mengenakan pakaian warna-warni. Kini, dengan modelnya, ia bisa menyampaikan pesan kepada calon konsumen bahwa kain cetakannya cocok untuk siapa saja.

7. Manfaatkan Momentum

Tahun lalu, koleksi busana Lebaran Calla The Label mencatat rekor ludes dalam waktu 52 menit. Pasalnya, dia sangat pandai memanfaatkan momentum Idul Fitri dengan menerbitkan desain khusus. Seperti yang diketahui, bahwa busana lebaran mempunyai motif dan desain yang itu-itu saja.

Itu dia 7 tips sukses berbisnis clothing ala Calla The Label yang perlu Anda jadikan inspirasi saat Anda ingin mendirikan brand Anda sendiri. Satu hal yang perlu Anda tekankan dalam bisnis ini adalah sifat tidak mudah menyerah, karena ketatnya persaingan dalam bisnis clothing line.

Author: shaleh
Seorang #Father #Teacher #Reader #ContentWriter | Bagian Dari Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.