5 Tips Orang Tua Untuk Menyikapi Pembelajaran Daring

Bencana Covid-19 banyak memukul sektor ekonomi dan pariwisata tetapi bukan hanya sektor itu yang mengalami kemunduran dan kerugian. Sektor pendidikan juga mengalami kemunduran karena sekolah terpaksa tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti seharusnya. Anak-anak harus berdiam di rumah dan melakukan pembelajaran daring sepanjang hari. Para guru harus beradaptasi dengan situasi yang memerlukan kemampuan dan keterampilan lebih dalam bidang teknologi. Belajar dari rumah tentu tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak kendala yang terjadi, mulai dari akses jaringan, kesiapan orang tua menjadi guru dadakan, kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi, dan tentunya keinginan peserta didik itu sendiri dalam belajar daring.

sumber: kelaspintar.id

Namun setiap kendala tentunya bisa diatasi selama disikapi dengan baik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyiapkan pembelajaran dari rumah, diantaranya:

1. Ciptakan suasana yang nyaman

Salah satu hal yang akan membuat anak betah belajar di rumah adalah kenyamanan di dalam rumah. Kenyamanan tidak hanya terbatas pada tempat belajar yang nyaman tetapi juga harmonisasi rumah tangga karena orang tua yang sering cekcok, secara tidak langsung akan membuat anak merasa tidak nyaman untuk diam di rumah. Hal ini akan mengakibatkan dia sering bepergian keluar rumah dan itu akan berdampak pada pembelajarannya.

2. Perhatikan kondisi anak

Pembelajaran daring yang fokus pada penggunaan gawai tentunya memiliki sisi buruk pada kesehatan mata. Ketika anak sudah lebih dari 20 menit menatap gawai maka ajak dia pergi teras rumah atau menatap sesuatu benda di jarak lebih dari 6 meter selama 20 detik. Hal itu untuk mengatasi rasa kelelahan pada mata yang bisa berujung mata kering.

3. Pahami kebutuhan anak

Setiap anak adalah unik, jadi dia mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Misalnya dalam hal asupan makanan. Orang tua bisa memilah mana makanan yang sesuai dengan usia dan kondisi terutama untuk kandungan gizinya. Selain itu kebutuhan dalam pembelajaran juga harus diperhatikan, misalnya para guru memberikan materi secara digital, contohnya buku elektronik. Orang tua bisa saja mencetaknya dalam lembaran kertas sehingga anak bisa membaca lebih nyaman dan tentu saja akan membuat dia lebih nyaman dalam melihat.

4. Waktu belajar normal

Walau belajar dari rumah bukan berarti anak-anak bisa dijejali dengan pembelajaran terus menerus. Waktu belajar di rumah sama dengan belajar di sekolah, jadi orang tua bisa menyikapi waktu layaknya belajar normal. Mereka harus tetap bangun pagi dan sarapan layaknya sekolah biasa agar kebiasan baik tetap terjaga.

5. Ikut Bimbingan Belajar

Pembelajaran yang terbatas memang membuat anak-anak sering terlupakan materi apa yang baru diajarkan, apalagi kalau mereka hanya mendengarkan guru berbicara tanpa mendapatkan materi. Salah satu solusi menyikapi itu adalah mendaftarkan anak pada bimbingan belajar daring di kelaspintar.id. Kelas Pintar merupakan sebuah platform yang menjadi solusi belajar daring karena bersifat personal dan terintegrasi sehingga dapat dengan mudah meningkatkan minat belajar dan pemahaman anak terhadap materi pelajaran. Selain itu, kelaspintar.id juga bisa menjadi bahan analisis bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk mengamati dan memahami potensi, karakter, dan kesulitan siswa dalam belajar karena kemampuan platform yang bisa merekam proses belajar siswa.

Itulah lima hal yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam menyikapi pembelajaran daring selama masa pandemi. Semoga dengan hal-hal itu, anak bisa terus belajar dan mendapatkan ilmu sebagaimana mereka perlukan.

Author: shaleh
Seorang #Father #Teacher #Reader #ContentWriter | Bagian Dari Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.