Wacana Tentang Nasib PNS

Beberapa hari ini saya menjadi sibuk membaca media online, entah kenapa sekarang jadi rajin kaya minum obat saja. Di beberapa media online terselip kabar tentang berita yang memang masih dalam tahap wacana yaitu Nasib PNS. Walau masih dalam wacana, sudah banyak yang berkomentar mulai dari Ketua DPR yang usul hentikan saja penerimaan PNS,  Wapres yang akan mengkaji penghentian penerimaan PNS, Menyarankan pensiun dini, hingga menjadikan PNS sebagai Tenaga ‘Outsourcing’. Semua saran tersebut dilakukan atas nama efisiensi anggaran negara. Namun benarkah itu?

Sebagai seorang PNS, saya sangat TIDAK SETUJU dengan semua saran tersebut. Sebelum mewacanakan penghentian sementara penerimaan PNS lebih baik pemerintah berkaca terlebih dahulu dengan apa yang ada di lapangan, apa benar PNS telah berlebihan hingga pantas distop penerimaannya. Apa semua dokter sudah ada di setiap desa, apa semua guru sudah lengkap di setiap sekolah, apa semua bidan sudah masuk desa dan banyak lagi. Lihatlah di televisi wahai pemerintah terkadang ada dokter yang datang sebulan sekali ke desa karena dia juga sibuk di desa lain, atau guru yang harus mengajar banyak mata pelajaran karena tidak adanya guru lagi yang bisa membantu?

Ketua DPR bilang bahwa seleksi PNS  tak efektif dan terkadang salah sasaran dan jawaban saya adalah bagaimana kalau tahun 2014 ditutup juga penerimaan Calon Legislatif karena banyak anggota DPR yang salah arah, tidak efektif, suka jalan-jalan bahkan korupsi.

Penghematan anggaran yang menjadi dasar keluarnya wacana ini juga sebaiknya dikaji juga, karena tidak hanya PNS yang ‘memakan’ anggaran negara, lihat DPR dengan usulan Gedung barunya yang sebenarnya tidak perlu dan hanya menghabiskan uang negara saja sementara kerjanya sibuk kesana kemari dan lebih baik untuk membangun sekolah (sekolah saya miring lebih dari satu tahun dan belum diperbaiki sampai hari ini) atau Presiden yang akan membeli pesawat kepresidenan lebih baik ditunda dulu.

Jadi, akhir dari tulisan ini adalah sebelum jadi sebuah wacana apalagi sampai menjadi keputusan maka lebih baik pemerintah meratakan penempatan PNS dulu agar tidak ada ketimpangan di desa dengan kota. Mari turun ke lapangan, Lihat apa benar PNS telah berlebihan? Mungkin di kota bisa iya tapi bagaimana dengan daerah terpencil?

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. Benar sekali kalau ingin mengadakan penghematan anggaran bukan seharusnya PNS yang di obok² banyak hal lain yang sangat mungkin untuk dihemat…

  2. seleksi PNS memang masih perlu dibenahi, terlalu banyak celah yang memungkinkan terjadinya korupsi, yang saya dengar untuk jadi PNS harus membayar sampai 120jt, wah kalau saya sendiri klo punya duit segitu mending buat buka usaha, lumayan bisa bikin lowongan pekerjaan buat yang memerlukan. Klo perlu info lowongan kerja dan tenaga kerja tinggal ke iJabatan.com aja, situsya terpercaya dan bonafid.

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap