Vacuum Cleaner Versus ‘Lidi’ Broom

Di sebuah kota berdiri sebuah perusahaan alat kebersihan. Alat yang diproduksinya hanyalah sapu lidi karena jaman itu teknologi belum maju. Sapu lidi yang merupakan satu-satunya alat kebersihan merasa bangga akan statusnya. Ia mengumbar kata-kata bahwa tidak ada alat yang bisa menggantikannya dalam hal membersihkan kotoran dan debu.

Namun ketika teknologi bertambah maju disertai berkembangnya otak manusia maka duniapun berubah dari yang dulunya konvensional menjadi digital. Sapu lidi yang awalnya bangga dengan statusnya tiba-tiba mendapat saingan baru. Perusahaan tempat ia hidup, tiba-tiba memproduksi sebuah alat era modern yaitu vacum cleaner. Alat yang mempunyai fungsi sama yaitu sebagai alat kebersihan namun lebih mudah digunakan tanpa perlu tenaga yang keras.

Sapu lidi yang mulai mendapat saingan dari tempat ia hidup tiba-tiba gerah dan menghalalkan segala cara untuk bisa memikat orang agar tetap menggunakannya sebagai alat kebersihan. Namun ternyata ia gagal karena pada akhirnya semua itu tergantung dari konsumen, mereka mau memakai yang mana tergantung kebutuhan.

Dan diakhir perjalanannya sapu lidi dan vacum cleaner benar-benar berpisah. Sapu lidi akhirnya digunakan di jalanan dengan segala kebebasan yang dimiliki jalalan dan vacum cleaner hanya digunakan untuk rumah dengan segala perlindungannya. Namun walaupun mereka berpisah pada akhirnya mereka sama-sama membantu manusia dari kekotoran dan debu dan membuat dunia ini menjadi lebih bersih.

Cerita ini hanyalah fiksi kalau ada kemiripan kejadian, nama tokoh dan lain-lain itu hanyalah rekayasa (kaya sinetron aja, hehehe). Aku hanya menulis untuk mengatakan bahwa dalam hidup terkadang tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita kehendaki dan jangan pernah bangga dengan segala kelebihan yang kita miliki karena pasti ada yang lebih baik dari kita. Dan dalam setiap yang kita lakukan pasti ada halangannya hanya saja sejauh mana kita bisa bersabar dalam menghadapi masalah tersebut karena setiap masalah ada jalan keluarnya dan masalah yang kita dapatkan tidak mungkin melebihi kekuatan kita. Jadi bersabarlah

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. Dan, satu lagi, kelebihan apa pun yang kita miliki, haruslah menjadi manfaat bagi orang lain. Berbuatlah sesuai kemampuan.

  2. Setuju bung setiap dari kita memiliki kelebihan masing2. tak mesti harus istimewa, karena sejatinya, memiliki kelebihan itu adalah sebuah keistimewaan tersendiri.. Nice post.
    salam kenal

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap