UKG Online dan Melek TI

Sejak dicetuskan wacana tentang adanya UKG (Ujian Kompetensi Guru), berbagai pendapat muncul baik dari kalangan guru sendiri sebagai obyek, komentar dari pengamat-pengamat pendidikan, dan bahkan juga dari para simpatisan guru (non guru). Ada yang pro dan ada yang kontra.  Protes dan kritikan atau bahkan demo, tidak menyurutkan niat pemerintah untuk tetap melaksanakan UKG ini. Bahkan dalam beberapa hari ini organisasi guru seperti Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) menyatakan keberatan dengan rencana pelaksanaan UKG tersebut. Mereka menganggap UKG tidak ada landasan hukum. Walaupun menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP dan PMP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebenarnya UKG sudah sesuai konstitusi karena secara eksplisit tertulis di pasal 7 UU Guru dan Dosen nomor 14 ayat 1 butir A dan G. Serta di pasal 14 ayat 1 butir D dan K dalam UU yang sama. Sementara di PP 74, penetapan UKG ada di pasal 2 dan pasal 3 ayat 1.

UKG ini sempat menjadi kontroversi sebab beredar isu saat itu bahwa hasil UKG ini mempengaruhi tunjangan para guru. Maklum saja banyak guru yang belum lama menikmati tunjangan tersebut. Walaupun di salah satu koran yang pernah saya baca bahwa UKG ini akan berhubungan dengan kenaikan pangkat karena UKG ini juga merupakan awal pelaksanaan PKG. Apalagi waktu itu ada juga selentingan kata yang bernada sinis seperti ‘Ngapain kita diuji, kalau tunjangan kita juga sering macet’. Ketika isu itu berhasil dimentahkan oleh pemerintah bahwa hasil UKG tak akan mempengaruhi tunjangan yang mereka dapatkan maka para gurupun mau saja ikut UKG namun ketika ternyata UKG ini bersifat digital, para gurupun akhirnya kelabakan lagi khususnya para guru yang sudah lama mengajar dan jaman itu belum ada komputer.

Merekapun berlomba-lomba untuk belajar menggunakan komputer, bagaimana cara mngklik, bagaimana cara mengetik, bagaimana undo, dan lain sebagainya dan tentu saja mereka juga akan dibantu oleh para ahli yang ditunjuk oleh dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota maupun dari LPMP. Saya sendiri sebenarnya setuju saja dengan adanya UKG Online ini hanya saja sempat terpikir apa bisa server untuk UKG tersebut menahan beban ketika para guru seluruh Indonesia mengakses masuk secara bersama-sama serta bagaimana kalau ternyata listriknya padam secara tiba-tiba?

Nah, terlepas dari masalah itu serta bagaimana nantinya para guru itu mengerjakan UKG Online. Ada semacam pembelajaran bagi para guru sekalian khususnya di masa akan datang nanti saat teknologi akan terus berkembang pesat. Sudah saatnya para guru terutama sejak duduk di bangku perkuliahan agar dibekali dengan kemampuan komputer, minimal membuat media pembelajaran berbasis TI baik itu presentasi, animasi dan lainnya.

Kenapa harus dari bangku perkuliahan karena maklum saja kalau sudah menjadi guru dan sudah mencapai zona nyaman mengajar dengan cara biasa maka akan sulit untuk merubah kebiasaan mereka dalam mengajar. Apalagi kalau sarana dan prasarana untuk belajar itu tidak mendukung akan tambah lebih sulit lagi merubahnya. Jangan sampai ketika mereka saat kuliah hanya tahu dengan buku teks saja serta kalaupun bisa membuka internet ternyata hanya bisa sebatas facebook, twitter dan chatting maka dunia pembelajaran di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan hanya akan berkutat di wilayah itu saja.

Saya selalu berharap bahwa para guru di Kalimantan Selatan khususnya bisa melek TI semua agar kita tak ketinggalan dari murid kita, jangan sampai kita menjadi merasa mender. Apalagi kalau anak sendiri tiba-tiba bertanya tentang masalah TI dan kita tak paham maka nanti akan sulit memfilter dalam pergaulan onlinenya. Melek TI bukan berarti kita harus menjadi hebat atau jago dalam TI tapi minimal kita mengerti dasarnya karena dengan mengerti dasar maka kita tentunya akan termotivasi untuk terus menggali apa yang bisa kita cari di jagat teknologi tersebut.

Kalau sudah melek TI maka diharapkan para guru bisa berbagi pengalaman dan berbagi cara mengajar dengan para guru lain di seluruh Indonesia karena dengan banyaknya guru yang melek TI diharapkan para guru lebih kreatif dalam mengajar, tak terpaku dengan namanya kapur tulis, papan tulis, buku serta spidol saja tapi bisa mengajarkan lewat media seperti LCD Proyektor, Mengirim tugas lewat email atau pembelajaran les lewat chatting, dan lain sebagainya.

Terlepas dari pro dan kontra UKG Online tersebut saya mengambil sisi positifnya saja bahwa pada akhirnya guru akan menyadari pentingnya belajar TI minimal untuk mereka bisa mengerjakan soal online walaupun saya berharap lebih dari itu.

Catatan : Tulisan ini terbit di kolom opini publik koran Banjarmasin Post, senin 30 Juli 2012 dengan judul ‘Uji Kompetensi Guru Tersandung TI‘ berikut link Banjarmasin Post tersebut http://banjarmasin.tribunnews.com/2012/07/30/uji-kompetensi-guru-tersandung-ti

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. salam pendidikan…..

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap