Tuhan, Maafkan Aku

Aku sadar, yakin dan percaya bahwa engkaulah yang pantas disembah. Aku juga tahu bahwa engkau satu-satunya tempat memohon dan meminta. Aku juga tahu bahwa engkau maha pengasih dan juga maha penyayang. Namun aku juga sadar terkadang kata-kata ini tidak sesuai dengan perbuatan.
Tuhan, maafkan aku yang seakan merendahkanmu. Dengan tega aku membiarkan pakaian sederhana ini bahkan terkadang lupa menyemprotkan minyak wangi ketika aku ingin menghadap dan bersujud di rumahmu, padahal ketika aku ingin bertemu atasanku aku selalu memakai pakaian rapi, bersih dan bagus bahkan terkadang sengaja membeli yang mahal serta tidak lupa memakai minyak wangi. Padahal aku tahu bahwa Kau lebih tinggi dari atasanku.
Tuhan, maafkan aku yang terkadang mencacimu. Aku tahu bahwa engkau maha pengasih dan pemberi namun masih saja aku lupa bersyukur padamu. Sering kali aku memaki ketika aku merasa doaku tidak dikabulkan dan merasa kau pilih kasih dalam memberi rejeki, padahal begitu banyak rejeki yang kau berikan. Hidup, nafas, matahari, udara, bumi hanyalah segelintir rejeki yang kau berikan namun aku lupa. Aku terlalu berpikir bahwa rejeki hanyalah uang padahal ada yang lebih dari sekedar uang yaitu iman dan islam.
Tuhan, maafkan aku yang terkadang menduakanmu. Aku sadar bahwa hanyalah engkau tempat aku memohon dan meminta. namun terkadang aku lupa, sering kali aku bermohon pada benda mati dan manusia, berharap bisa memberikan sesuatu bahkan berkah. Namun aku lupa bahwa engkaulah maha segalanya.
Tuhan, maafkan aku yang sering menunda. Aku mengerti bahwa hanyalah engkau maha mengetahui, tapi sering kali terkadang aku melalaikan panggilanmu. Sering kali aku menunda salat ketika azan telah berkumandang bahkan terkadang lupa mengerjakannya tapi ketika atasanku memanggilku, aku langsung datang bahkan tak peduli bahwa itu malam hari.
Tuhan, maafkan aku yang

Aku sadar, yakin dan percaya bahwa Engkaulah yang pantas disembah. Aku juga tahu bahwa Engkau satu-satunya tempat memohon dan meminta. Aku juga tahu bahwa Engkau Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang. Namun aku juga sadar terkadang kata-kata ini tidak sesuai dengan perbuatan.

Tuhan, maafkan aku yang seakan merendahkanMu. Dengan tega aku membiarkan pakaian sederhana ini bahkan terkadang lupa menyemprotkan minyak wangi ketika aku ingin menghadap dan bersujud di rumahMu, padahal ketika aku ingin bertemu atasanku aku selalu memakai pakaian rapi, bersih dan bagus bahkan terkadang sengaja membeli yang mahal serta tidak lupa memakai minyak wangi. Padahal aku tahu bahwa Kau lebih tinggi dari atasanku.

Tuhan, maafkan aku yang terkadang mencaciMu. Aku tahu bahwa engkau Maha Pengasih dan Maha Pemberi namun masih saja aku lupa bersyukur padaMu. Sering kali aku memaki ketika aku merasa doaku tidak dikabulkan dan merasa kau pilih kasih dalam memberi rejeki, padahal begitu banyak rejeki yang kau berikan. Hidup, nafas, matahari, udara, bumi hanyalah segelintir rejeki yang Kau berikan namun aku lupa. Aku terlalu berpikir bahwa rejeki hanyalah uang padahal ada yang lebih dari sekedar uang yaitu Iman dan Islam.

Tuhan, maafkan aku yang terkadang menduakanMu. Aku sadar bahwa hanyalah Engkau tempat aku memohon dan meminta. Namun terkadang aku lupa, sering kali aku bermohon pada benda mati dan manusia bahkan hewan, berharap bisa memberikan sesuatu bahkan berkah. Namun lupa bahwa Engkaulah Maha Segalanya.

Tuhan, maafkan aku yang sering menunda. Aku mengerti bahwa hanyalah engkau Maha Mengetahui, tapi sering kali aku melalaikan panggilanMu. Sering aku menunda salat ketika azan telah berkumandang bahkan terkadang lupa mengerjakannya hingga terkadang terpikir bahwa masih ada hari esok tapi aku tak sadar bahwa hidup dan matiku tergantung padamu, tapi ketika atasanku memanggilku, aku langsung datang bahkan tak peduli bahwa itu malam hari.

Tuhan, maafkan aku yang berdosa ini. Aku telah banyak melanggar aturanmu dan seakan tak takut padamu tapi sering kali takut pada manusia, polisi dan lain-lain padahal mereka hanyalah ciptaanMu. Ampunilah aku.

Ya Allah, berilah hamba petunjuk dan hidayah agar bisa tetap di jalanMu. Berikan pengampunan untukku serta mantapkan hatiku dengan Iman dan Islam sampai ujung hayatku. Amin

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. Kau hamba yg baik
    sahabatku 🙂

    shaleholic : Terima kasih walaupun saya merasa belum menjadi orang baik, tp semoga saja bisa.

  2. Allah maha pemaaf and maha pengampun … karena manusia memang tempatnya khilaf.
    .-= Rindu´s last blog ..Mimpi Tadi Malam =-.

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap