Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Surat Untuk Azka

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kandangan, 2 November 2012

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Salam Sayang untuk Azka,

Anakku Azka,

Mungkin suatu hari pian (Kamu dalam bahasa Banjar) akan menemukan surat yang abah (Ayah dalam bahasa Banjar) tulis ini. Tulisan ini abah tulis saat pian masih berumur 2 bulan 25 hari. Abah menulis ini di saat pian sedang pergi ke rumah Kai (Kakek dalam bahasa Banjar) di Banjarmasin bersama Mama. Abah sedang sendiri di rumah karena baru saja tiba dari Bogor untuk mengikuti pelatihan.

Ahmad Haikal Azka Ramadhani

Nak, setiap orangtua pasti selalu berharap agar anaknya menjadi lebih baik dari orangtuanya, begitu pula abah. Abah ingin pian menjadi orang yang sukses, menjadi orang yang pintar dan hal-hal baik lainnya namun abah juga tak ingin pian hanya sukses dalam hal urusan dunia. Abah ingin pian kuat dalam hal agama karena agamalah yang akan menuntun pian dalam mengarungi kerasnya dunia yang akan pian hadapi kelak, yang abah yakin jauh lebih sulit dari yang sedang abah jalani sekarang.

Kalau pian kuat dan sukses dalam urusan agama maka Insya Allah dan percayalah bahwa duniapun akan mengikuti kesuksesan tersebut. Abah mungkin akan sedikit keras nanti dalam mendidik pian untuk urusan agama karena abah ingin yang terbaik untuk pian. Abah tak ingin pian menjadi orang yang sukses di dunia dan melupakan Allah yang telah memberikan kesuksesan itu. Abah ingin pian nanti serius dalam mempelajari agama dan jangan mudah tergoda dan terbuai dengan bujuk rayu orang-orang bisa merusak iman pian karena sedikit saja pian mulai melupakan Allah maka akan banyak dosa yang terjadi.

Untuk urusan dunia, abah tak akan terlalu banyak mengajari pian karena abah yakin pian akan lebih cepat beradaptasi dengan dunia yang nanti akan pian arungi namun abah tetap akan menjaga pian agar tetap di jalur yang lurus. Dunia yang pian hadapi mungkin adalah dunia dimana teknologi sudah berkembang pesat dan abah mungkin akan tertinggal dalam mengikutinya namun percayalah abah akan selalu belajar agar abah bisa terus membimbingmu.

Anakku Azka,

Mungkin kita berdua nanti akan ada perselisihan dan salah paham tentang menilai sesuatu atau juga pian akan berpikir abah masih bersifat tradisional dalam menilai sesuatu atau bisa juga pian menilai bahwa itu sudah tidak jaman lagi namun pian harus mengerti bahwa abah melakukan yang terbaik untuk pian, tak akan ada niat untuk menyakiti pian. Mungkin bagi pian nantinya itu akan mengecewakan namun yakinlah tak pernah ada orangtua yang berusaha menghancurkan mimpi dan cita-cita anaknya.

Anakku Azka,

Mungkin juga suatu saat nanti apa yang pian harapkan dan cita-citakan serta mimpikan tak bisa tercapai. Jangan pian bersedih atau menangis karena itu juga akan membuat abah sedih namun tegarkanlah hati pian. Pian harus yakin bahwa di setiap kegagalan pasti ada sebuah kesuksesan. Percayalah bahwa mimpi dan cita-cita yang tidak dapat tercapai bukan berarti pian tak mampu menggapainya namun Allah punya ketentuan sendiri tentang mana yang terbaik bagi pian. Terbaik menurut pian, belum tentu terbaik menurut Allah, jadi sabarlah dalam menjalani hidup.

Anakku Azka,

Jangan lupa dan selalu ingatlah. Sayangilah mama dengan sepenuh hatimu, jangan membantah ucapannya, jangan sakiti dia dengan kata-kata apalagi tindakan. Mama sangat menyayangimu, dia telah banyak berkorban sejak Azka dalam kandungan. Mama rela minum obat dan disuntik untuk kesehatanmu walaupun mama sepanjang hidupnya tak pernah minum obat apalagi disuntik karena rasa takutnya. Namun demi Azka, mama telah mengabaikan rasa takutnya untuk kesehatan Azka sejak di kandungan. Mama juga berjuang keras agar Azka bisa lahir normal tanpa melewati operasi caesar karena kata mama, dia ingin merasakan bagaimana rasanya normal karena hampir semua keluarga mama dilahirkan secara caesar. Azka pasti tahu bahwa surga seorang anak terletak di kaki seorang ibu. Jagalah mama dengan baik, jangan pernah sakiti dan abaikan mama bahkan nanti ketika Azka telah berkeluarga, jangan pernah lupakan mama karena kasih sayang seorang mama selalu ada untuk Azka.

Anakku Azka,

Ada banyak kata yang sebenarnya ingin abah tuliskan namun akan banyak juga airmata yang membasahi keyboard ini. Abah hanya ingin Azka tahu bahwa abah dan mama sangat menyayangi Azka. Demi Azka, abah dan mama akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tentu saja semampu abah dan mama bisa lakukan.

 Salam Sayang,

Abah dan Mama

catatan : tulisan ini diikutkan dalam lomba disini

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap