Sunah VS Wajib

Kemarin hari pertama aku menjalankan puasa di kampung halaman dan ternyata tidak ada kejutan yang berarti selain terkenang masa sekolah waktu masih di kampung dan juga sedikitnya jamaah yang melaksanakan salat tarawih (mungkin sebagian menunggu pengumuman dari pemerintah). Namun ternyata di hari kedua aku mendapat sebuah kejutan namun bukan hadiah tapi beberapa kata-kata yang diucapkan orang yang ada disampingku (aku tak tahu siapa dia).

Kata-kata yang dikeluarkannya menurutku merupakan pemberontakan batinnya pada sesuatu yang sedikit ganjil bagi dia dan yang sebenarnya sudah lama kurasakan. Kata-katanya kuranglebih seperti ini (udah dipindah ke Bahasa Indonesia),

Kenapa ya salat tarawih begitu banyak orangnya bahkan sampai keluar dari mesjid salatnya, padahal tarawih cuma sunah sedangkan ketika salat wajib sepi.

Kata-kata itu cukup mengejutkan karena memang kenyataannya seperti itu, salat tarawih yang levelnya hanya sunah seakan-akan mengalahkan salat wajib. Bahkan ada orangtua yang pernah bilang sama anaknya ketika dia (waktu aku jemput tarawih),

kenapa tidak salat tarawih, salat sana daripada di rumah tidak ada yang dikerjakan juga!

Orangtuanya marahnya kepada anaknya hanya karena tidak tarawih namun tidak pernah marah ketika anaknya tidak salat wajib (membingungkan sunah mengalahkan wajib).

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

31 Comments

Add a Comment
  1. begitulah masyarakat kita, rasa malu itu cuman dihadapan/diantara manusia saja.

  2. Ya..lumayan lah daripada tidak sama sekali. Tinggal usaha kita saja memberikan pemahaman dan contoh tauladan kepada anak-anak.

    Tapi bisa juga disebabkan kalau shalat wajib kebanyakan sendiri-sendiri di rumah. Sedangkan kalau shalat Tharawih kan diutamakan berjamaah di mesjid untuk menyemarakkan syiar Islam.

    Andai dalam setahun semuanya bulan Ramadhan….!!

  3. tapi semoga kali ini bisa lebih merasakan berkah di bulan ramadhan ini 🙂

  4. jawaban ngawurnya kira2 begini ustadz: karena tarawih setahun sekali itupun biasanya cuman di awal ramadlan. shalat 5 waktu tiap hari….hehehe
    (btw, itulah sebagian besar ummat sejenis kita, perlu banyak penyadaran emang)

  5. `.¨☆¨geLLy¨☆¨.´

    🙂 apapun itu penting niatnya 😀

  6. moga kisah ini hanya segelintir aja… gawat aja klo semua seperti itu… wahhh

  7. Ya memang lucu sih kalau melihat begitu kenyataannya, mungkin dikarenakan tarrawih dilaksanakan setahun sekali, jadi ada istilah “kebangetan” kalau tidak dilaksanakan oleh karenanya naik level menjadi “wajib”.

  8. namanya jua orang kampung…
    ngalihay jar tuan guru…
    bujur jar urang disamping pian tuh,
    sunnah mangalahkan wajib…
    ayo kita benahi mulai dari diri sendiri..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap