Selamat Tinggal Open Office

Saya beberapa hari ini jarang blogwalking di beberapa blog yang biasanya sering saya kunjungi walaupun hanya sekedar baca tanpa koment namun entah kenapa hari ini saya melihat sebuah posting lewat coment luv tertulis sebuah judul “Selamat Tinggal Open Office”. Saya tertarik untuk membacanya karena saya sendiri pengguna Oo (Open office) dan ternyata dipostingan itu tertulis banyak hal yang akhirnya mengapa ia menulis selamat tinggal Oo.

Berikut saya kopikan postingan yang mungkin bisa membantu anda juga mengucapkan “Selamat Tinggal Open Office”.

Akuisisi Oracle terhadap Sun Microsystems, membawa beberapa dampak yang sangat berpengaruh terhadap komunitas Open Source dunia. Terutama terhadap proyek-proyek yang selama ini ada di bawah Sun, di antaranya adalah Java dan OpenOffice.org. Rupanya komunitas OpenOffice sudah mengambil keputusan untuk melepaskan diri dari Oracle, sebagaimana keterangan pers mereka pada tanggal 28 September 2010 kemarin. Untuk baca press-release mereka, silakan klik di sini.

Dalam keterangan pers tersebut, komunitas OpenOffice.org sudah berganti nama menjadi “The Document Foundation” dengan alamat situs di http://www.documentfoundation.org/. Sementara aplikasi office yang dibuat diberi nama baru Libre Office. Sebenarnya komunitas ini masih ingin mempertahankan nama OpenOffice.org yang selama ini sudah dikenal dunia, tetapi perbincangan dengan pihak Oracle hingga sekarang belum menemui titik temu, hingga dibuat keputusan demikian.

Dengan keputusan ini, beberapa pihak open source sudah memberikan dukungannya secara langsung. Bahkan Mark Shuttleworth, pemilik Canocical yang membuat Ubuntu sudah menyatakan bahwa Ubuntu akan dengan senang hati mempaketkan LibreOffice di Ubuntu rilis berikutnya. Dari pengalaman ini, saya bisa menyimpulkan bahwa komunitas open source akan sanggup menemukan jalannya sendiri, bahkan di saat ada hambatan yang besar. Libre Office versi beta sudah dapat didownload melalui http://libreoffice.org/. Silakan dicoba, dijamin tidak mengecewakan.

Sumber Tulisan http://martianuswb.com

Installasi LibreOffice Beta di Ubuntu 10.10

HAPUS OPENOFFICE
sudo apt-get remove openoffice*

UNDUH
/RPM/ LibO_3.3.0_beta2_Linux_x86_install-rpm_en-US.tar.gz
/DEB/ LibO_3.3.0_beta2_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz

INSTALL .RPM
Ekstract
tar zxvf LibO_3.3.0_beta2_Linux_x86_install-rpm_en-US.tar.gz
Masuk ke direktori en_US/RPMS/
cd en-US/RPMS
Pindahkan libreoffice3.3-freedesktop-menus-3.3-1.noarch.rpm ke direktori en-US/RPMS
mv desktop-integration/libreoffice3.3-freedesktop-menus-3.3-1.noarch.rpm .
Install paket alien yang berfungsi mengkonversi *.rpm ke *.deb
sudo apt-get install alien
Installasi berkas *.rpm
sudo alien -i *.rpm

INSTALL .DEB
Ekstract

tar zxvf LibO_3.3.0_beta2_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz
Installasi berkas *.deb
sudo dpkg -i en-US/DEBS/*.deb
Installasi paket integrasi desktop nya yang berisi ikon dan sebagainya
sudo dpkg -i en-US/DEBS/desktop-integration/libreoffice3.3-debian-menus_3.3-1_all.deb

Sumber Tulisan http://sxired.wordpress.com

Demikian Informasi yang bisa saya dapatkan, semoga bermanfaat.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

13 Comments

Add a Comment
  1. Terima kasih sudah mampir ke blog saya yang sederhana

  2. terinspirasi dari postingan ulun sebelumnya kah…?;D

    lun masih setia pake mikocok worod, soalnya makalah lebih nyaman settingnya.

    Barang pasti bajakan, tapi gak saya jual kok. Installer Open Office juga punya, tapi entah kenapa gak minat menyentuhnya.

  3. mantab…pak guru up to date techno.. 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap