Saatnya Guru Menulis

Dalam hidup tentu kita punya banyak pengalaman untuk diceritakan namun kalau hanya jadi cerita maka hal itu tentunya akan cepat menghilang dari otak kita karena setiap hari otak kita ini penuh dengan berbagai hal dan kejadian yang sulit untuk terus diceritakan. Salah satu cara terbaik dalam ‘mengikat’ momen terbaik dan terburuk dalam hidup kita adalah dengan menulis. Menulis bisa membuat kita tetap mengingat momen hidup kita walaupun terkadang kita lupa.

Bagi guru, menulis bisa mempunyai banyak manfaat selain tentunya untuk menambah nilai kredit juga sebagai sebuah bukti bahwa guru tidak hanya bisa ‘berkoar-koar’ di depan kelas tapi juga bisa mengimplementasikannya dalam tulisan. Memang harus diakui masih sedikit sekali guru yang mau dan mampu menulis.

Idealnya memang seorang guru disamping mahir berbicara di depan kelas juga mahir dalam menulis menulis. Tetapi kenyataannya memang tidak berbanding lurus. Rata-rata guru mampu berbicara dengan dengan lancar dan lantang di depan kelas atau ketika memberikan pembinaan pada saat upacara bendera, tetapi ketika guru harus menulis, relatif banyak guru yang mengalami kesulitan.

Kendala Guru Menulis

Menulis bagi seorang guru memang bukanlah hal mudah hal itu bisa dilihat dari banyaknya guru golongan IVa kesulitan naik pangkat karena tidak dapat menulis karya ilmiah sebagai persyaratan kenaikan pangkat.

Memang ada beberapa kendala yang dihadapi guru sehingga sulit untuk menulis. Pertama, kesibukan guru dalam mengajar. Harus diakui memang kesibukan guru dalam mengajar  kadang menyebabkan guru kurang memiliki waktu untuk menulis dan kalaupun punya waktu luang kadang tidak tergunakan dengan baik. Kedua, guru tidak terbiasa menulis. Memang kebiasaan menulis bagi seorang guru lumayan rendah bahkan saat mereka kuliahpun jarang sekali melakukan hal itu kecuali saat mengerjakan tugas kuliah. Selain itu, saat kuliah juga tidak ada mata kuliah khusus untuk menulis bagi para calon guru tersebut kecuali mereka yang kuliah di program studi bahasa dan sastra Indonesia yang punya mata kuliah menulis ilmiah populer dan menulis kreatif (kalau masih ada sampai hari ini). Ketiga, guru kadang kurang percaya diri dalam menulis. Ketidakpercayaan diri dalam menulis memang wajar saja namun seharusnya itu tidak mematikan keinginan untuk tetap menulis. Ketidakpercayaan dalam menulis biasanya karena khawatir tulisannya tidak berkualitas, takut tidak dimuat di surat kabar, atau kalah bersaing dengan penulis terkenal. Keempat, tidak ada ide dalam menulis. Sering kali saat ditanya kenapa tidak menulis pasti rata-rata jawabannya karena tidak ada ide dalam menulis.

Mengatasi Kendala Menulis

Guru tahu bahwa menulis itu adalah aktivitas yang sangat bermanfaat namun kadang kendala-kendala diatas membuat para guru menjadi malas untuk melakukan kegiatan menulis. Padahal kendala diatas bisa dengan mudah untuk diatasi asal kita memang benar-benar berniat untuk menulis. Sering kali yang jadi masalah adalah niat ada tapi ide tidak ada. Hal itu sebenarnya tidaklah benar, ide itu selalu ada hanya saja kita kadang kurang cermat melihatnya. Ada banyak hal yang bisa kita tulis, apalagi seorang guru tentunya yang punya banyak cerita suka dan duka dalam mengajar.

Ada beberapa cara untuk mengatasi kendala menulis ini. Pertama, mulailah memiliki buku harian. Kenapa harus buku harian karena menulis memang harus dimulai dari sesuatu yang mudah dulu. Tulislah apapun kejadian yang terjadi hari ini dalam buku harian, usahakan menuliskan dalam bahasa formal. Kedua, Perbanyaklah membaca. Salah satu cara untuk memudahkan menulis adalah dengan sering membaca baik itu koran, buku atau ebook. Membacalah di perpustakaan, carilah ebook gratisan di internet, bacalah koran offline atau online agar referensi anda menjadi banyak. Ketiga, buatlah blog pribadi. Setelah memiliki buku harian, cobalah membuat blog pribadi. Blog pribadi ini termasuk juga buku harian tapi versi onlinenya. Menulislah disana dan berkunjunglah ke blog-blog lain agar kita bisa melihat bagaimana tulisan para blogger lainnya. Keempat, carilah ide. Ide menulis seringkali menjadi alasan kenapa aktivitas menulis itu tidak pernah berjalan dengan lurus. Salah satu cara mencari ide adalah dengan melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. Misal kita seorang guru melihat fenomena pendidikan dari kacamata guru bukan melihat dari kacamata media yang sering kali membentuk opini dalam otak kita bahwa opini media itu benar padahal sering kali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Itulah beberapa tips untuk mengatasi kendala dalam menulis bagi guru, semoga tulisan ini menjadi bermanfaat bagi para guru semua sehingga akan lebih banyak lagi para guru yang menulis artikel di koran-koran lokal maupun nasional bahkan mungkin skala internasional. Dengan banyaknya guru yang menulis tentu saja akan menambah perbendaharaan ilmu yang dimiliki bagi para pembaca koran tersebut.

Selain itu, dengan banyak guru yang menulis maka bisa menjadikan motivasi bagi para siswa agar mereka juga menyukai menulis, minimal mereka punya blog pribadi yang bisa menjadi sarana dalam belajar menulis.

Yuk, saatnya guru menulis essay for you

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap