Refleksi Merdeka (64 Tahun Proklamasi RI)

Bulan Agustus telah tiba dan negeri inipun mulai sibuk melakukan hal yang sebagaimana sering terjadi sejak bertahun – tahun lalu yaitu peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah, kantor swasta dan pemerintah, kampung – kampung sibuk dengan berbagai atribut untuk perayaan kemerdekaan itu mulai dari bendera – bendera yang bertebaran dimana – mana (walaupun masih kalah meriah dengan atribut parpol saat pemilu) hingga acara yang akan digelar saat 17 Agustus mulai dari loma kelereng sampai lomba panjat pinang.

Namun di tengah suasana rasa merdeka itu terselip sebuah pertanyaan benarkah negeri ini telah merdeka. Dan aku pun mulai sedikit mendapat jawaban bahwa negeri ini belum sepenuhnya merdeka, hal itu bisa terlihat pada pembukaan UUD 1945 yang salah satu katanya ada yang berbunyi ‘mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan’ yang berarti kita baru sampai di depan gerbang merdeka namun belum membukanya (mungkin kuncinya untuk merdeka itu belum ada).

Kemudian aku mulai sedikit menalar arti gerbang kemerdekaan itu dan akhirnya aku mulai menyimpulkan bahwa kita memang telah merdeka dalam artian dari penajajahan yang berbentuk perang namun masih terjajah dalam bentuk lain, semisal ekonomi. Mungkin karena itulah kita baru hanya sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Mungkin setelah kita merdeka dalam artian bisa mandiri tanpa harus selalu tergantung pada negara lain baru Pembukaan UUD 1945 bisa diamandemen hingga berkata ‘kita telah masuk ke dalam ruang kemerdekaan’.

Karena itu aku sangat berharap bahwa peringatan 64 tahun kemerdekaan ini bisa menjadi batu pijakan untuk menjadi lebih baik dari segi keamanan, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dll. dan juga agar negeri ini tidak lagi terjebak di depan pintu kemerdekaan dan berjuang untuk bisa masuk ke dalam gerbang kemerdekaan

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. Hebatlah kita, mandangin gerbang selama 64 tahun, dengan rincian 32 tahun seluruh badan kita dilapis semen dan dijadikan patung oleh orang yang berdiri paling dekat gerbang, dan setelah itu kita lalu rusuh berusaha melupakan kesalahan masa lalu dengan menciptakan kerusuhan masa kini. 😛

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap