Rakyat

Tulisan ini tidak bermaksud membela siapapun karena siapa saja yang salah harus dihukum tak peduli apa jabatan dan status sosialnya.

Negeri ini sudah terbiasa dengan yang namanya demonstrasi bahkan setiap hari ada saja yang berdemonstrasi menuntut banyak hal. Bagiku itu sah-sah saja selama dalam koridor hukum dan tentu saja bersifat damai. Namun ada kalanya melihat orang yang lagi demonstrasi, hati ini rasa ingin marah juga.

Bagimana tidak marah ketika mereka demonstrasi ternyata anarki hingga menghancurkan fasilitas umum. Apalagi kalau demonstrasi itu sering mengatasnamakan RAKYAT maka hati inipun berkata rakyat mana yang kau bela karena bagiku tidak ada RAKYAT yang senang dengan pembelaan namun menghancurkan milik rakyat.

Tidakkah para demonstran itu sadar bahwa menghancurkan fasilitas umum sama saja membuang uang rakyat karena fasilitas umum dibangun dari uang rakyat atau juga pemblokiran jalan disertai pembakaran ban yang pada akhirnya hanya menyusahkan rakyat karena mereka tidak bisa lewat jalan itu yang bisa saja mengakibat ia kena sangsi tempat ia bekerja karena seharusnya ketika lewat jalan itu ia bisa sampai ke kantornya dalam waktu 20 menit namun karena tidak bisa lewat yang akhir ia harus memutar lewat jalan lain yang membutuhkan waktu 1 jam.

Selain merusak fasilitas umum dan juga pemblokiran jalan terkadang ada juga anarki yang menakutkan seperti kemarin yang terjadi di Makassar. Bagaimana mungkin orang yang katanya berpendidikan dengan tega dan sadar menyerang sebuah ambulance yang nyata-nyata dalam perang sekalipun dilarang untuk diserang. Penyerangan ambulance hanya didasari oleh karena ia menggunakan plat merah itu sangat terlalu tipis untuk jadi alasan.

Selain itu, penghancuran mobil plat merah juga sama dengan membuang uang rakyat karena bagaimanapun mobil plat merah dibeli dengan uang rakyat, jadi kalau mobil itu dihancurkan maka mereka akan membeli lagi dengan uang rakyat.

Sadarlah kalian wahai demonstran bahwa tidak ada RAKYAT dibelakang kalian dan jangan mengatasnamakan RAKYAT kalau ternyata demonstrasi kalian malah menghancurkan fasilitas milik RAKYAT dan juga mengganggu kehidupan RAKYAT.

Berdemonstrasi boleh saja selama itu bersifat damai dan mematuhi aturan yang berlaku. Mari jadikanlah demontrasi sebagai alat aspirasi yang benar dalam menyampaikan pendapat,kritik ataupun saran. Karena sesuatu yang dimulai dengan baik akan berakhir dengan baik.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

14 Comments

Add a Comment
  1. yeahhh!!!
    para demonstran itu menyebalkan sekali
    benci aku benciiiii
    .-= deady´s last blog ..ngejar setoran gituh =-.

    shaleholic : Klo benci ga sich cuma terkadang sebel aja, mereka pikir jalanan punya mereka aja hingga "nyuruh" orang harus lewat jalan lain.

  2. preman yang kebetulan kuliah… kasian ibunya bayarin sekolah anaknya mahal2… sekarang ancurin mobil plat merah.. besok lulus ngemis2 pengen masuk PNS… (maap rada emosi soalnya gara-gara kejadian kemarin)

    shaleholic : Ada benarnya juga tuch, 😀

  3. Agung Pushandaka

    Saya lama-lama jadi ndak yakin dengan aksi anarki seperti itu. Sebenarnya kepentingan siapa yang mereka bela. Kalau membela kepentingan rakyat, kenapa malah merusak fasilitas umum yang ditujukan untuk rakyat dan dibangun dari pajak rakyat?

    Giliran fasilitas mereka yang dirusak, mereka marah dan menuntut pelakunya dihukum. Sementara kalau mereka ditangkap karena merusak fasilitas umum, mereka malah ndak terima dengan penangkapan itu.

    Semoga aksi mahasiswa ke depan, berlangsung lebih elegan dan murni untuk membela kepentingan rakyat.

    shaleholic : Ya, mungkin krn merasa bergelar maha jadi selalu merasa benar. Bila salah selalu ada aja alasan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap