Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Produk Hasil RGE Digunakan Pada Banyak Aspek Kehidupan



Royal Golden Eagle, RGE, Raja Garuda Mas

Source: Pixabay

Royal Golden Eagle (RGE) dikenal sebagai korporasi yang banyak memanfaatkan sumber daya alam menjadi produk dengan nilai guna tinggi. Banyak di antaranya hasil olahan anak perusahaannya yang terpakai ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Sebelum dikenal dengan nama Royal Golden Eagle, perusahaan ini bernama Raja Garuda Mas. Pendirinya adalah pengusaha Sukanto Tanoto yang mulai merintis bisnis sumber daya alam sejak 1973.

Kini, RGE telah jauh berkembang pesat. Aset mereka ditaksir telah mencapai 15 miliar dollar Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan dengan nama awal Raja Garuda Mas ini mampu membuka lapangan kerja untuk 60 ribu orang karyawan. Itu belum termasuk dengan puluhan ribu orang lain yang menikmati keuntungan ekonomi akibat bekerja sama dengan Royal Golden Eagle.

RGE juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, mereka menjadi bukti bahwa perusahaan lokal bisa berbicara banyak dalam percaturan bisnis internasional. Hal tersebut terbukti dari jangkauan Royal Golden Eagle. Mereka kini tidak hanya ada di Indonesia, namun juga ada yang beroperasi di Malaysia, Singapura, Filipina, Brasil, Kanada, Tiongkok, hingga Finlandia.

Anak perusahaan Royal Golden Eagle di Brasil adalah Bracell. Mereka memproduksi selulosa spesial yang ternyata bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia. Pasalnya, hasil olahannya dipakai untuk berbagai produk.

Bracell merupakan salah satu pemain utama dalam produksi serat selulosa di dunia. Mereka memiliki hutan produksi seluas 150 ribu hektare yang terbarukan dan pabrik pengolahan di kawasan Bahia. Hal tersebut membuat Bracell mampu memproduksi selulosa spesial dengan kapasitas 450 ribu metrik ton per tahun.

Produk hasil olahan anak usaha RGE di Brasil ini dikenal sebagai Dissolving Wood Pulp (DWP). Secara spesifik, DWP terbagi menjadi dua, yakni Rayon-Grade Pulp dan Specialty-Grade Pulp. Semua menjadi bahan utama dalam berbagai produk.

Dimulai dari Rayon Grade-Pulp terlebih dulu. Selulosa spesial tersebut dapat diolah viscose staple fibre, bahan tekstil, lyocell, dan cellophane. Ujung-ujungnya dapat dijadikan sebagai material tekstil maupun bahan pengemas yang fleksibel.

Sementara itu, Specialty-Grade Pulp hasil olahan anak perusahaan RGE ini juga digunakan untuk berbagai produk yang bermanfaat lain. Hasilnya bisa dipakai sebagai bahan baku tisu bayi, es krim lembut, lapisan pembungkus sosis dan ham, obat-obatan, hingga tali ban.

Bukan hanya itu, Specialty-Grade Pulp juga digunakan sebagai bahan baku berbagai peralatan rumah tangga maupun industri. Material ini dapat pula dipakai sebagai bahan kosmetik seperti lipstik dan cat kuku. Selain itu, ada juga yang dimanfaatkan untuk berbagai bahan cat, pengencer cat, hingga pernis. Material plastik, kertas film, hingga pembungkus rokok menggunakan material tersebut juga.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa produk-produk hasil olahan RGE telah menyatu dalam keseharian kita semua. Banyak yang sesungguhnya dipakai sehari-sehari namun tidak Anda sadari bahwa hal tersebut berasal dari selulosa spesial.

DIPRODUKSI DARI EUKALIPTUS

Royal Golden Eagle, RGE, Raja Garuda Mas

Source: Pixabay

Dalam membuat selulosa spesial, Bracell membutuhkan bahan baku berupa pulp. Hal tersebut diperoleh dari bubur kayu. Adapun kayu yang dipilih adalah eukaliptus.

Eukaliptus sesungguhnya berasal dari Australia. Tak aneh, jenis pohon yang dapat tumbuh menjulang setinggi 90 meter ini identik dengan negeri tersebut. Meski begitu, eukaliptus juga ditemukan di Tasmania.

Pohon eukaliptus tumbuh subur di kawasan Australia yang beriklim tropis. Namun, mereka juga bisa bertahan di daerah yang tandus dan gersang. Kemampuan tersebut tak lepas dari kemampuan unik eukaliptus. Mereka bisa menyimpan air di akarnya ketika tumbuh di daerah panas, namun dapat menyedot air saat berada di kawasan berair. Kemampuan tersebut dimanfaatkan oleh orang untuk mengeringkan rawa atau malah mencari sumber air.

Tidak mengherankan, eukaliptus bisa tumbuh subur di Brasil. Populasi pohon ini di sana sangat banyak. Akibatnya Negeri Samba mengklaim dirinya sebagai penyedia eukaliptus terbesar di dunia setelah Australia.

Anak perusahaan RGE, Bracell, tahu persis manfaat eukaliptus. Pohon ini menghasilkan salah satu kayu yang paling berat, keras, dan tahan lama. Maka, banyak yang memanfaatkannya sebagai bahan baku mebel dan furnitur.

Namun, eukaliptus juga mudah sekali untuk dikembangkan. Mereka gampang ditanam sehingga menjadi sumber daya alam yang paling diminati. Apalagi bubur kayunya bisa dimanfaatkan menjadi bahan dasar berbagai produk selulosa spesial.

Bukan hanya itu, pohon eukaliptus juga memiliki daya tarik sebagai tanaman industri. Mereka sejatinya tahan hingga umur 30 sampai 40 tahun. Namun, jika ditanam sebagai bahan baku produksi, eukaliptus tidak membutuh waktu lama memanen. Dalam jangka waktu lima tahun, eukaliptus sudah bisa dimanfaatkan.

PERKEBUNAN BERKELANJUTAN

Royal Golden Eagle, RGE, Raja Garuda Mas

Source: RGEI

Bracell merupakan salah satu anggota baru Royal Golden Eagle. RGE mulai mengakuisisinya pada 25 Oktober 2016. Selain faktor bisnis, ada alasan khusus yang mendasari ketertarikan perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini terhadap Bracell.

Ternyata ada kesamaan prinsip kerja yang diusung oleh Bracell dan RGE. Perlu diketahui, Royal Golden Eagle sangat memerhatikan keberlanjutan dalam proses operasi perusahaan. Hal itu tak lepas dari prinsip 4C yang dicanangkan oleh Sukanto Tanoto.

Sebelumnya, Sukanto Tanoto mewajibkan semua perusahaan di bawah kendali Royal Golden Eagle agar mampu memberi manfaat kepada pihak lain. Mereka diwajibkan berguna untuk masyarakat dan negara selain kepada perusahaan sendiri. Namun, karena melihat kerusakan alam yang terus terjadi, tugas lain diamanatkan kepada RGE, yakni untuk turut menjaga iklim.

Oleh karena itu, proses produksi yang berkelanjutan menjadi hal penting bagi RGE. Kebetulan Bracell juga menjalankan prinsip yang sama, sehingga Royal Golden Eagle tak ragu untuk menjadikannya sebagai bagian dari perusahaan.

Hal tersebut terbukti dari berbagai penghargaan yang diterima oleh Bracell. Mereka sering mendapatkan berbagai penghargaan akibat praktik ramah lingkungan yang dijalankan. Contohnya adalah The Excellence of Listed Enterprise Awards dari Capital Weekly. Sebegitu hebat, anak usaha Royal Golden Eagle ini sanggup meraihnya dalam lima kali beruntun antara 2011 hingga 2015.

Selain itu, Bracell melengkapi bukti kepedulian lingkungan dengan meraih penghargaan lain. Pada 2015, anggota RGE di mancanegara ini merebut Best Environmental Responsibility Company dari Corporate Governance Asia.

Bracell konsisten melakukan praktik perkebunan tanpa pembakaran, Mereka juga menerapkan konsep Mosaic Plantation yang terbukti bermanfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan tetap memberi keuntungan ekonomi dan sosial bagi warga di sekitarnya.

Sekitar 40% dari kawasan hutan anak usaha RGE ini ditempati oleh vegetasi asli di antara lahan pelestarian permanen, cadangan hukum atau legal reserve (LR) dan daerah lainnya yang tersisa. Daerah ini di dalam satu wilayah dengan perkebunan eukaliptus membentuk koridor hijau sepanjang 91 km, menghubungkan bagian-bagian dari hutan asli dan daerah yang memang ditujukan untuk restorasi lingkungan.

Praktik tersebut sejalan dengan prinsip 4C yang diusung oleh RGE. Kini mereka pun kian serius mempraktikkan seiring dengan kewajiban menjalankannya sebagai anggota Royal Golden Eagle. Bersamaan dengan itulah, sejumlah produk bermanfaat untuk kita mereka hasilkan.

Baca Biografi Sukanto Tanoto di http://www.aprilasia.com/en/sukanto-tanoto





The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat’08 & Universitas Negeri Surabaya’16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap