Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Ponari dalam otak kanan saya



Tulisan ini tidak membahas bagaimana ponari mendapatkan batu ajaibnya atau cara kerja pengobatannya namun hanya sekedar bercerita tentang ponari dari sisi otak kanan saya.

Ponari yang biasanya memberikan pertolongan pada orang lain kini juga perlu pertolongan dari orang lain karena adanya indikasi eksploitasi ponari oleh tetangganya, apalagi katanya tetangganya tersebut sempat memukul ayahnya ponari. Selain masalah eksploitasi ternyata ada juga masalah yang kini mendera keluarganya ponari yaitu masalah keuangan. Uang hasil dari praktiknya ponari yang diperkirakan hampir 1 miliar diduga dikuasai oleh segelintir pihak.

Selain masalah keluarga, katanya praktik perdukunan ponari juga tak lepas dari calo (kaya calo tiket di terminal aja). Calo-calo ini bekerja di malam hari dengan modus membawakan air putih pasien yang untuk dicelupkan pada batu sakti ponari. Calo ini mendapat imbalan antara Rp.20.000,00 sampai Rp.50.000.00 per pasien. 

Namun yang lebih mengagetkan saya ialah kelakuan pasien yang datang berobat pada ponari. Mereka sudah tahu ponari tidak membuka praktik lagi namun masih saja antre dan mungkin ditengah keputusasaan mereka tiba-tiba entah dari mana mereka dapat pikiran ini ada yang menganggap hal yang berhubungan dengan ponari, juga membawa kesaktian hingga akhirnya tanah, air hujan di genting rumah ponari, sumurnya juga ikut diambil sampai ini yang bagi saya tidak masuk dalam logika air comberan diambil bahkan ada yang meminumnya Astagfirullah, kemana logika itu. 

Dan yang terakhir ialah praktik pengobatan ponari kemungkinan akan difasilitasi oleh pemerintah dengan menyediakan instalasi air sakti model PAM. 

Bupati Suyanto berjanji akan membantu dengan membangun instalasi air sakti tersebut. “Insya Allah besok sudah bisa mulai kita kerjakan. Saya kira itu tidak akan memerlukan waktu lama,” kata Suyanto. (sumber Kompas)

Instalasi itu terdiri dari beberapa drum atau tangki air ditempatkan pada lokasi agak tinggi, dihubungkan dengan pipa-pipa paralon, kemudian di tempat-tempat tertentu dipasang keran untuk mengucurkan air di tangki lewat pipa.

Praktiknya, setiap hari drum besar atau tangki diisi air. Kemudian Ponari mencelupkan batu ajaib ke dalam air di tangki itu, yang itu semua dilakukan dengan disaksikan para pengunjung. Selanjutnya air yang sudah dicelup batu ajaib akan mengalir ke pipa-pipa, yang dipasangi keran di tempat-tempat tertentu, untuk mengucurkan air.

Demikian tulisan yang saya keluarkan dari otak saya yang isinya bersumber dari bacaan koran, tontonan televisi dan juga persepsi saya.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap