Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Penyebab Bayi Lahir Prematur

Mempunyai keturunan tentunya menjadi dambaan bagi setiap mereka yang menikah. Tak peduli laki-laki atau perempuan, mereka adalah anugerah yang selalu diimpikan. Mengandung dan melahirkan merupakan fase cukup kritis bagi seorang ibu dan bayi. Perlu kesabaran dan pengorbanan di dalam fase itu bahkan nyawapun menjadi taruhannya. Dalam fase kehamilan hingga melahirkan tentunya kedua orangtua khususnya ibu tentunya berharap kehamilan dan melahirkannya normal tanpa ada gangguan yang berarti pada bayi yang dikandungnya. Bayi pada umumnya dilahirkan dalam rentang usia kehamilan 37 minggu sampai dengan 40 minggu. Usia melahirkan dibawah 37 minggu bisa dikatakan bayi tersebut bayi prematur. bayi-premature Kelahiran bayi prematur tentunya bukan menjadi impian bagi seorang ibu karena bayi prematur pada umumnya memiliki berati tidak normal. Bayi yang normal pada umumnya memiliki berat badan dikisaran 2.5 kg sedangkan bayi prematur rata-rata kurang dari 2.5 kg. Namun tahukah ayah ibu, bahwa bayi prematur rata-rata penyebab utamanya adalah ibunya sendiri. Ada beberapa penyebab lahir prematur pada bayi, diantaranya adalah:

  1. Kondisi ibu yang tidak sehat: kondisi bayi tentunya bergantung juga pada kondisi pada si ibu. Ibu yang mengalami hipertensi saat hamil tentunya memiliki risiko untuk mengalami terjadinya kelahiran prematur, begitu juga dengan ibu yang mempunyai penyakit diabetes. Mereka perlu mendapatkan perhatian khusus;
  2. Ibu yang punya kebiasaan merokok: merokok disini memang tidak bisa digeneralisir bahwa ibu perokok aktif saja yang punya risiko, ibu yang terkena dampak asap rokok atau biasa disebut perokok pasif juga mempunya risiko juga. Bagi ibu perokok tentunya berhenti merokok adalah pilihan utama sedangkan bagi ibu perokok pasif, usahakan menghindar dari kerumunan orang yang merokok dan kalau suaminya merokok, usahakan dibicarakan agar jangan merokok di rumah;
  3. Riwayat kehamilan: dimana kemungkinan si ibu pernah memiliki riwayat melahirkan prematur atau riwayat keguguran atau bisa juga riwayat melakukan aborsi yang bisa memicu kelahiran prematur;
  4. Kondisi kesehatan janin: selain kondisi si ibu, kondisi janin juga mempunyai pengaruh terhadap kelahiran prematur. Kondisi kesehatan janin yang tidak sehat seperti pertumbuhan janin yang terhambat atau adanya infeksi pada kandungan bisa menjadi faktor kelahiran prematur. Selain itu, gizi yang tidak mencukupi bagi si bayi bisa juga menjadi faktor lainnya. Karena itulah, ibu hamil sangat disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya agar terhindar dari hal tersebut;
  5. Keadaaan psikologi: ibu hamil tentunya diharapkan untuk terus bahagia karena kondisi yang tidak stabil akan mempengaruhi pada si bayi. Ibu yang sering stres, sering mengalami kecemasan atau mengalami depresi tentunya rawan untuk mengalami kelahiran prematur.

 

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap