Pentingkah Nasionalisme?

Entah apa yang harus dikatakan lagi ketika kita mulai membicarakan sesuatu yang bernama nasionalisme. Nasionalisme yang merupakan sebuah paham kebangsaan untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Nasionalisme sering digelorakan ketika menghadapi ancaman dari bangsa lain, misalnya ketika masa penjajahan. Namun di era kemerdekaan sekarang, nasionalisme tidak hanya bagaimana kita mempertahankan negara dari musuh tapi juga apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini. Musuh datang tidak lagi dengan membawa senjata tapi mereka datang dengan membawa budaya. Mereka menyerang budaya kita dengan budaya mereka hingga yang dulunya tabu sekarang tidak. Jadi apakah kita akan mempertahankan budaya kita atau tidak, itu semua tergantung pada kita.

Nasionalisme juga begitu berkumandang ketika mendekati hari Kebangkitan Nasional seperti saat ini. Para pejabat berbondong-bondong menggelorakan rasa nasionalisme dengan berbagai cara, mulai dari sekedar kata-kata, konvoi atau juga lewat upacara. Mereka berusaha membangkitkan rasa kebangsaan pada rakyat ini namun apakah mereka sendiri juga punya rasa nasionalisme.

Ternyata rasa nasionalisme para pejabat negeri ini (walaupun tidak semuanya) hanya rasa nasionalisme sehari khususnya pada hari Kebangkitan Nasional saja setelah itu mereka melupakannya. Mereka dengan teganya melakukan hal-hal yang membuat negara ini hancur dari dalam seperti perbuatan korupsi kemudian mengambil hak-hak rakyatnya seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan keamanan.

Mereka seolah-olah lupa bahwa negara ini bukan hanya milik pejabat tapi juga rakyat. Pejabat hanyalah segelintir penduduk yang mendiami negara ini. Selain itu juga, para pengambil keputusan pemerintahan sering kali tidak memihak pada rakyat, mungkin mereka juga lupa kalau jabatan dan kehormatan yang dimilikinya itu semua karena rakyat.

Kalau para pejabat sudah tidak lagi memiliki rasa nasionalisme terhadap negara ini. Jangan pernah tanyakan rasa nasionalisme pada rakyat sebab masih pentingkah rasa nasionalisme itu bagi mereka kalau yang memimpinnya sudah tidak mempunyainya?

Memang hanya rakyat yang bisa menjawabnya namun jangan memaksa mereka.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

21 Comments

Add a Comment
  1. Wah, jangan sampe deh nasionalisme ilang, bisa gak ada identitas bangsa nantinya

  2. Kristina Dian Safitry

    dah mahfum…pemerintah kita tiap kali ngambil kebijakan seolah tanpa keterpihakan sama rakyat. nasionaloisme?tergantung bagaimana pejabat itu bisa memkanainya kali ya?

  3. Gagah Putera Arifianto

    nasionalisme = kebanggaan. Ia akan muncul sendiri saat ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari bangsa ini, dan emang bener banget, salah satu yang harusnya bisa dibanggakan dari suatu negeri adalah pemerintahnya yang dekat pada rakyat, karena ini adalah fondasi dari sebuah bangsa, terutama demokrasi.

    Juga, nasionalisme yang terbaik baru bisa muncul saat penduduk suatu bangsa mendapat pendidikan yang terbaik. Nasionalisme tanpa pendidikan adalah nasionalisme binatang, hanya over protektif tanpa prinsip.

  4. Aku yakin setiap kita pasti masih punya rasa nasionalisme. Buktinya kita masih mau hidup di Indonesia. Persoalannya, kadar nasionalismenya yang berbeda-beda. Ketika ada kepentingan akan Indonesia, maka nasionalisme kita makin menebal, sebaliknya ketika Indonesia dianggap merugikan bagi kita, maka nasionalisme kita tiba-tiba jadi tak terasa.

    Sekadar mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dengan nasionalisme, maka pertahankanlah juga dengan nasionalisme.

    Tabik!

  5. nasionalisme, agaknya dikalangan anak muda sudah mulai luntur dan terkikis oleh budaya hedonisme yang amat sangat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap