Pengalaman Berbelanja Online

Lupa di tahun berapa saya tepatnya mulai berbelanja online, mungkin kisaran tahun 2009an namun saya masih ingat beberapa barang yang pernah saya beli secara online mulai dari jam tangan, bola lampu, kamera, baju, alat penjernih udara hingga antena. Awal mula belanja online tentunya timbul pertanyaan belanja online aman ga ya? Atau barangnya sesuai ga ya dengan yang ditampilkan. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering muncul setiap kali mau belanja online. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk berbelanja online, pada akhirnya saya berpikir kalaulah saya tertipu saat belanja online maka itu jadi pelajaran saja dan ambil hikmahnya kalau itu terjadi.

belanja-online-aman-rumahshaleh4916

Tapi, Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah salah dalam berbelanja online, ada dua hal yang saya terapkan sebelum memulai belanja online secara aman. Pertama, mengetahui reputasi toko online maupun si penjual tersebut melalui search engine melalui kata kunci seperti toko online ***** penipu atau penjual **** menipu dan lainnya. Kenapa harus menggunakan kata kunci penipu, karena sekarang setiap orang yang pernah berbelanja di suatu toko online biasanya akan mencurahkan perasaannya setelah membeli lewat tulisan, baik karena barang yang diterima sesuai dengan harapan maupun yang tidak sesuai. Bahkan kalau sudah dianggap melakukan penipuan, sering kali toko online itu dengan sendiri jadi viral di media sosial karena banyak yang membagikan tulisan itu. Anda bisa saja memvariasikan kata kunci selain itu. Kedua, pengalaman teman. Sering kali sebelum memutuskan membeli secara online, saya bertanya dengan beberapa orang teman yang saya anggap mereka lebih mengetahui toko online yang dipercaya.

Lalu apa alasan saya membeli sesuatu secara online. Jawaban paling gampang adalah karena barang itu tidak ada yang menjual di tempat saya atau karena barang itu lebih murah walaupun harus menambah ongkos kirim sekalipun. Jarak yang jauh antara rumah dengan ibukota provinsi (banjarmasin) sekitar 135 Km tentu menjadi kendala besar bagi saya untuk membeli barang yang kebanyakan hanya ada di Banjarmasin. Hal yang sering dibeli adalah buku, di kampung saya tidak ada toko besar yang khusus jualan buku bahkan itu di ibukota kabupaten sekalipun. Satu-satunya cara membeli buku yang diinginkan adalah membelinya di toko besar yang ada di banjarmasin namun tentunya itu membutuhkan biaya selama perjalanan yang kalau dihitung malah lebih mahal daripada membeli buku secara online.

Hal yang paling berkesan saat belanja online adalah saat membeli antena yagi untuk memperkuat sinyal internet di rumah saya yang hanya 2G di masa itu. Itu adalah barang terbesar yang pernah saya beli karena saya juga membelinya beserta kabel penyambungnya sepanjang 15 meter. Antena yagi itulah yang kini menemani malam-malam sunyi di lingkungan rumah dengan sinyal 3G yang hanya 3 bar namun itu lebih dari cukup untuk sekedar online media sosial dan posting di blog ini :v

Belanja online bagi saya pada dasarnya hampir sama dengan belanja di pasar namun yang berbeda hanya sarananya saja. Cara belanja offline juga bisa diterapkan dalam belanja online seperti cek harga barang di beberapa toko online terpercaya sebelum benar-benar memastikan untuk membelinya. Belanja online bagi saya kini sudah menjadi bagian dari kehidupan namun ada yang sangat penting dalam belanja online dan ini harus dimiliki oleh siapapun yang ingin belanja online pertama ada internet dan duit :v

 

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap