Pantaskah Aku Menang

Tulisan ini hanyalah introspeksi diriku ketika malam takbiran menyambut satu syawal 1429 H. Bagiku Idul Fitri kali ini sama saja seperti Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya. Tak ada sedikit rasa terlalu gembira apalagi sampai bersuka cita berlebihan dalam menyambutnya. Bahkan setiap kali bertemu Idul Fitri selalu ada pertanyaan yang sama dan selalu berulang, pantaskah aku menang dan merayakannya dengan gembira?

Sering tersirat dalam lubuk hati ini, aku tak pantas merasakan menang apalagi mengklaim diri ini kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Ramadan yang merupakan ujian untuk menjadikan diri ini kembali suci seakan gagal aku laksanakan karena puasa yang merupakan ibadah menahan lapar, haus dan hawa nafsu ternyata gagal aku laksanakan, puasaku seakan hanya sekedar menahan lapar dan haus namun gagal menjaga nafsu mata dari penglihatan yang bukan haknya, nafsu hati yang terkadang berpikir negatif terhadap sesuatu yang terlihat buruk dan nafsu lidah yang sering berkata-kata yang tidak seharusnya.

Memang pada akhirnya hanya Allah yang menilai apa kita pantas apa tidak disebut kembali suci. Namun kita bisa berpikir, sudahkah kita lolos ujian dengan sempurna ketika bulan ramadan atau jangan-jangan kita hanya orang yang bisa menahan lapar dan haus ketika berpuasa namun gagal mengendalikan hawa nafsu atau juga kita termasuk orang yang aneh, kita berpuasa tapi tidak diikuti dengan ibadah lain semisal salat wajib lima waktu atau barangkali juga, kita berpuasa tapi banyak mengeluhnya semisal aduh hausnya, aduh laparnya, panasnya tidak tahan mau buka saja, dll, keluhan-keluhan itu seakan-akan menandakan kita tidak ikhlas menjalankan ibadah puasa.

Namun semua itu memang kembali pada-Nya dan hanya DIA yang tahu kita pantas menang atau tidak.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

26 Comments

Add a Comment
  1. taqobalallahu minna wa minkum
    Mohon dimaafkan segala salah. Semoga Allah jadikan kita insan yg jauh lebih baik, lebih mulia, dan lebih berguna bagi sebanyak mungkin manusia. Amin

  2. mohon maaf lahir bathin…

    menang kalah adalah proses bukan tujuan…

    thevemos last blog post..Mohon Maaf Lahir dan Batin

  3. wah iyah bener, kok aq mlah kyak ngaca sendiri yah ?

    hendras last blog post..Free Premium Magazine Theme

  4. dimulai dari 0 (nol) lagi ya ….

  5. penilaian itu hanya Milik Allah.. ya penting qt tulus melakukan semuanya..

    maaf lahir bathin ya??? kangen juga niyh lama ga besua 🙂

  6. setujuh ma uNieQ….
    minal aidin juga ay..kenal ga kenal kita kan saudara 😀
    pokonya minal aidin 😀

    kuros last blog post..Rumah baru – Teman baru

  7. yang penting kita sudah menjalaninya…. dan penilaiannya merupakan wewenang Dia Yang Maha Segala

    Anangs last blog post..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

  8. moga ‘pengalaman dan perjalanan’ selama puasa dan idul fitri meninggalkan kesan mendalam

    btw ini blog bareng2 ya? soalnya yg ngelink shaleh:)

  9. Jadi ikut introspeksi juga….thanks mas sudah mengingatkan

    Anis last blog post..Cek Pertama dari Google Adsense

  10. semoga hasil dari kemenangan ini dapat kita jaga untuk setahun kedepannya, dan kita mulai dari nol lagi

    masciputs last blog post..SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap