PAHLAWANKU, TAK SEKEDAR DIKENANG

Hari Pahlawan telah tiba, 10 November. Semua instansi pemerintah melakukan upacara bendera untuk menghormati jasa para pahlawan. Tapi benarkah mereka minta hormati hanya dengan sekadar upacara kemudian menundukkan kepala?

Mungkin itu benar bagi mereka yang menyukai formalitas tapi tidak bagi yang menyukai “bukti”. Kenapa begitu?

Kita mungkin sudah bebas dari penjajahan terutama bangsa asing tapi kenapa kita seperti orang yang masih belum merdeka. Ya, karena kita masih dijajah oleh anak bangsa sendiri.

Kita bisa melihat bagaimana para anak bangsa ini, saling sikut, saling serang, saling adu domba hanya demi kepentingan pribadi. Padahal adu domba adalah budaya yang ditanamkan oleh penjajah tapi “diwarisi” oleh sebagian anak bangsa ini.

Itulah mengapa para pahlawan negeri ini tidak mau dihormati hanya pada tanggal 10 November dengan melakukan upacara bendera dan penundukan kepala. Mereka ingin semua rakyat indonesia menganggap setiap hari adalah hari pahlawan. Dimana nasionalisme harus selalu hidup di setiap dada para anak bangsa, mengobarkan rasa persatuan dan kesatuan dalam hidupnya, tidak saling memecah belah. Karena itulah, Pahlawan bukan hanya untuk dikenang tapi juga untuk ditiru.

Mari kita jadikan hari pahlawan ini sebagai awal dari setiap hari pahlawan kita.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap