Organda And The People

Tarif angkutan tidak mungkin turun, begitulah kira-kira pendapat Organda. Mereka menilai penurunan harga bbm tidak terlalu mempengaruhi karena kisaran pengaruhnya sekitar lima persen (5 %) karena ada hal-hal lain kenapa mereka tidak mau menurunkan tarif angkutan seperti spare part yang mahal dan menurunnya jumlah penumpang angkutan.

Mungkin hal itu ada benarnya namun pada kenyataannya di lapangan, harga bbm begitu mempengaruhi tarif angkutan. Bahkan kita masih ingat bagaimana ketika harga bbm naik maka dengan secara sepihak para sopir menaikkan tarif angkutan bahkan Organda mengajukan lima tuntutan mengenai kenaikan harga bbm tersebut dan meminta masyarakat memakluminya. Namun kenapa ketika harga bbm turun mereka berkelit dan tidak ingin menurunkan tarif angkutan. Entahlah, mungkin karena tidak ada sejarahnya tarif angkutan turun.

Namun kita berharap bahwa Organda bisa lebih pro rakyat dengan menurunkan tarif angkutan dan saya salut dan bangga terhadap para sopir yang sukarela menurunkan tarif angkutannya tanpa menunggu imbauan dari siapapun.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

4 Comments

Add a Comment
  1. iya neh…
    kasian temen2 aku yang pada naik angkot..

    BBM turun harga angkot ga turun, tapi giliran BBM naik lagi, hampir dipastikan harga angkot juga naik lagi, begitu juga halnya dengan bahan makanan pokok…

    Aneh ya…?????

    Pandus last blog post..Funny Hallowen Screen Saver

  2. Peduli juga teman kitab satu ini dengan persoalan ekonomi makro.
    Santai saja, Bos! Badai pasti berlalu.
    Hukum pasar hanya akan cenderung mengikuti kenaikan dan penurunan.
    Jadi, wait and see aja!

    Tabik!

    Zul …s last blog post..Tarawih (malam ke-17) : Tertib Shalat di Tempat yang Tertib

  3. Empat hari setelah penurunan harga premium itu, saya ke Bandung. Di jalan, saya ngobrol dengan sopir angkot yang saya tumpangi. Saya tanya (basa-basi saja), “Ongkos ga turun, Pak? Kan, harga bensin udah turun.” Si sopir jawab: “Halah…ga ngaruh. Turunnya cuma Rp 500.”

    Saya pikir, coba kalo harga premium naik Rp 500. Pasti tarif angkutan juga bakal dinaikin. Alasannya harga BBM naik, setoran berkurang (kalau tarif ga dinaikin).

  4. Interesting – because that is the same thing I found out last week.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap