Nasdem Pecah Kongsi Karena Ambisi Surya Paloh?

Baru saja terpilih sebagai satu-satunya partai di luar senayan yang akan mengikuti pemilu 2014. Nasional Demokrat (Nasdem) sudah pecah kongsi antara sesama bos media yaitu Hary Tanoesoedibjo dengan Surya Paloh. Perpecahan partai baru bagi seorang awam politik seperti saya memberikan kesan yang sangat buruk karena belum juga ikut pemilu sudah saling sikut antar sesama.

Perpecahan Hary Tanoesoedibjo dengan Surya Paloh tak lepas dari masalah internal partai tentang kepemimpinan partai. Partai yang bermula dari sebuah organisasi masyarakat ini memang sejak awal sudah mulai mencurigakan. Awal berdiri menyatakan ormas Nasdem tak akan menjadi partai politik namun seiiring waktu ternyata jadi partai juga. Ketika ingin menjadi partai pun Nasdem sudah terjadi perpecahan antara Surya Paloh dengan Sri Sultan Hamengkubowono X yang pada akhir Sri Sultan HB X memilih keluar dari Nasdem.

Bagi saya Nasdem adalah partai yang didirikan oleh ‘kalangan sakit hati’ dari golkar ini memang tak pantas untuk dipilih karena selalu bilang mereka demokrasi namun ketika ada masalah malah main anarki. Hal itu terlihat ketika seorang pegawai MetroTV menuntut keadilan malah tempat orasi mereka dihancurkan dengan semena-mena bahkan tak satu pengurus partai Nasdem pun yang menyatakan permintaan maaf atas kejadian itu. Malah mereka menyatakan bahwa tindakan itu adalah spontanitas karena pemimpin mereka diejek-ejek.

Perpecahan Surya Paloh dengan Hary Tanoesoedibjo terkesan adanya sebuah perebutan ‘kekuasaan’ oleh surya paloh yang memang sejak awal menggawangi nasdem dan tak ingin ada orang lain berkuasa selain dia.

Berikut ada 4 ‘isu panas’ partai Nasdem yang saya kutip dari detik.com :

  • ‘Kudeta’ Surya Paloh

Ketua Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai NasDem pada kongres 25-26 Januari 2013 mendatang. Dia akan ‘mengkudeta’ pimpinan Partai NasDem yang sebelumnya dipegang oleh Rio Capella.

Ternyata, tak semua setuju dengan rencana pemindahan tampuk pimpinan ini. Beredar kabar, sebagian pengurus di wilayah tak setuju dengan kepimpinan Paloh. Tak hanya itu, partner Paloh di pusat, Hary Tanoesoedibjo pun belakangan disebut keberatan.

Ketua Bapilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan yang juga loyalis Surya Paloh membenarkan isu ini.  Karena itu, Ferry menyebutkan bakal ada langkah tegas terhadap kader yang menolak Surya Paloh. Sebab, pengukuhan sebagai ketua umum sudah tak bisa terbendung lagi. Bos media group itu sudah mengeluarkan modal sangat besar demi NasDem.

“Bahkan pada badan salah satu pesawat pribadinya, ditempel logo Partai NasDem, untuk memberi kebanggaan pada segenap jajaran dan mencerminkan kesiapan Partai NasDem untuk terbang dan menghampiri masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” papar Ferry.

  • Pemecatan Pengurus Garda NasDem

Pengukuhan Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) didukung Ketua Umum Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND) Martin Manurung. Namun, isu ini menimbulkan konflik internal di organisasi sayap tersebut.

Pemicunya adalah pemecatan Sekjen dan pembekuan DPW DKI Garda Pemuda Nasdem. Martin menceritakan, pemecatan Sekjen Garda Pemuda Nasdem itu bermula dari adanya upaya Sekjen Nasdem Saiful Haq menggelar pertemuan bersama DPW-DPW se-Indonesia tanpa diketahui dan persetujuan dari DPP Garda Pemuda Nasdem.

Kemudian menurutnya, sebelum Rapimnas yang digelar 14-15 Januari 2013, telah disepakati dengan Saiful Haq untuk mengklarifikasi masalah itu kepada Rapimnas. Namun sangat disayangkan Saiful justru dinilai melakukan tindakan yang anarkis.

Namun, beredar isu lain. Sejumlah pengurus Garda Pemuda NasDem disebutkan dipecat karena menolak Surya Paloh dan mendukung Hary Tanoesoedibjo.

Mereka yang dipecat pun tak terima. Sempat terjadi aksi demo besar-besaran di kantor Partai NasDem terkait keputusan ini. Bahkan aksi itu sempat ricuh.

  • Formulir Caleg

Partai NasDem yang dinyatakan lolos verifikasi KPU ke Pemilu 2014 kini sedang mengumpulkan caleg yang akan berjuang di Pemilu 2014. Namun isu beredarnya formulir caleg NasDem justru memecah internal sayap NasDem, Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND).

Isu beredarnya formulir caleg dan masuknya Nova Paloh ke dalam tubuh Garda NasDem juga membuat situasi semakin dinamis. Paling tidak itu terbuka dalam surat terbuka yang ditulis Ketua GPND DKI Jakarta, Rizky Aprilia, di website resmi Garda Nasdem, Rabu (16/1/2013).

Dalam surat terbukanya, Rizky yang sempat diminta dukungan Martin justru difitnah menggalang dukungan untuk menjatuhkan sang ketua umum GPND tersebut.

Sementara itu di kubu lain, Nova Paloh juga menggelar silaturahim dengan sejumlah petinggi GPND. Rizky sempat diminta menggulingkan Martin Manurung.

Isu internal yang sedang memanas bertambah kompleks karena sejumlah pengurus Garda NasDem sudah mulai mengincar posisi politik di 2014. Sejumlah petinggi mau nyaleg, isu edaran formulir caleg pun menjadi masalah tersendiri.

Sampai saat ini Rizky dan 7 pimpinan GPND lain se-Indonesia menolak putusan Rapimnas GPND. Dia juga berada di barisan siap melawan dan menggugat Kongres Luar Biasa (KLB) GPND.

  • Hary Tanoe dan Petinggi NasDem Mundur

Konflik internal di partai NasDem semakin runcing, gara-gara perbedaan sikap mengenai Surya Paloh yang ngotot ingin menjadi ketua umum. Hary Tanoesordibyo (HT) beserta beberapa tokoh penting akan mundur.

Mundurnya HT dan beberapa tokoh penting yang mengawal pendirian parpol ini diduga akan membawa pengaruh besar untuk perkembangan NasDem dalam Pemilu 2014 nanti. Jika konflik ini tidak ditangani dengan baik dan bertambah runyam, bisa jadi NasDem ibarat layu sebelum berkembang.

Isu mundurnya HT dan beberapa tokoh penting sudah mencuat sejak Sabtu (19/1/2013) lalu. Namun, isu ini menguat dan memperlihatkan titik terang pada Minggu (20/1/2013) kemarin. Sumber-sumber detikcom di internal NasDem membenarkan mundurnya HT dan sejumlah tokoh penting.

HT dan beberapa pengurus NasDem akan mengumumkan pengunduran dirinya pukul 15.00 WIB hari ini, Senin (21/1/2013) di sebuah tempat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. “Sebelum mundur, HT akan menyampaikan surat pengunduran resmi ke Surya Paloh. Surat sudah dibuat dan diteken HT,” ujar sebuah sumber.

Mengapa HT sampai memutuskan mundur? Informasi yang beredar negosiasi antara HT dan Surya Paloh mentok. Dari awal, HT, yang menjabat sebagai ketua dewan pakar DPP NasDem menolak Surya Paloh untuk menjadi ketua umum. HT ingin para politisi muda yang telah membangun NasDem dari awal hingga lolos verifikasi yang tetap memegang pucuk pimpinan NasDem.

 Itulah sekelumit cerita pecah persatuan di Nasdem.

Nasdem pecah kongsi

catatan : Kira-kira MetroTV akan menjadikan cerita pecahnya Nasdem ini sebagai berita utama tidak ya? karena kalau partai lain pasti langsung disorot hingga berhari-hari 😀

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. NasDem ni partai yang masih baru memasuki ranah pemilu untuk tahun depan ya, sayang sekali ketika dibutuhkan kesatuan untuk menghadapi pemilu namun keadaan internal partai ini bermasalah..

  2. sayang sekali ya sebuah partai baru yang pertama kali akan mengikuto pemilu sudah ada perpecahan dalam tubuhnya. kalau begini terus bila terpilih mana bisa optimal nantinya untuk menjalankan amanat rakyat ??

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap