MOBIL FLAT HABANG

Ini merupakan essay writing pertama saya yang pernah saya tulis dan ternyata langsung masuk koran. Alhamdulillah, berikut tulisan pertama saya ini.

Dulu transportasi hanya, jukung, kalutuk dan mungkin juga sepeda, tapi sekarang jaman telah maju yang jar urang tu jaman galubalisasi. Di mana kemajuan teknologi berkembang sangat cepat. Komunikasi dengan orang begitu mudah, hanya tinggal telepon atau sms maka komunikasi pun jadi lancar. Begitu juga tempat yang jauh tak lagi jadi hambatan, contohnya saja ke Surabaya, dulu ketika masih naik kapal laut, ke Surabaya bisa lebih dari 1 hari tapi sekarang dengan naik pesawat terbang waktu yang dibutuhkan cuma 45 menit. Alat transportasi pun bermacam-macam ada sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, dll.

Selain itu ada juga kemajuan di tingkat kehidupan, khususnya pendapatan pegawai, baik swasta maupun negeri mengalami peningkatan khususnya pegawai negeri yang gajinya selalu naik, apalagi bagi mereka yang mempunyai jabatan di pemerintahan selain gaji mereka naik mereka juga mendapat fasilitas berupa mobil dinas atau mobil flat habang. Mobil flat habang tersebut diharapkan bisa meringankan pekerjaan mereka sekaligus menambah semangat dalam bekerja. Namun entah sejak kapan dan entah siapa yang pertama menyalahgunakan tanggungjawab yang di berikan kepada orang yang mendapat fasilitas tersebut. Mobil yang seharusnya digunakan untuk keperluan pekerjaan dinas berubah menjadi keperluan pribadi seperti ke perkawinan atau pergi ke tempat perbelanjaan yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan. Mereka seperti lupa bahwa mobil itu dibeli dari hasil keringat rakyat yang diharapkan dengan fasilitas tersebut mampu mensejahterakan rakyat. Mereka menggangap ketika mobil itu ada di garasi rumahnya berarti miliknya.

Mereka sering berkata kami sudah bekerja semampu kami biarkan kami sedikit menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah kepada kami.” Tak ada yang salah dengan pendapat itu bahkan mungkin semua orang setuju dengan pendapat tersebut. Hanya saja jangan terlalu sering menggunakannya. Kita juga bisa lihat terkadang yang membawa mobil itu bukan orang yang diserahi tanggungjawab dari pemerintah untuk menggunakannya tapi anaknya yang memakai hanya karena ingin pamer kekayaan. Tapi anaknya tidak tahu kalau uang untuk membeli mobil flat habang itu dari orang yang ingin dipamerinya, atau juga istrinya yang membawa mobil hanya sekedar untuk belanja. Itu ketika mobil sedang tidak dalam keadaan dinas. Tapi ada juga mobil flat habang nongkrong saat masih jam kantor di tempat perbelanjaan, entah untuk keperluan dinas apa.

Mobil berflat habang ternyata juga punya keuntungan, kalau ada razia biasanya mereka tidak kena razia. Mungkin polisinya juga berpikir buat apa menilang mobil dinas nanti juga harus dikembalikan karena mobil itu adalah milik pemerintah.

Selain kenikmatan dan keuntungan yang dimiliki oleh mobil berflat habang ini ternyata dia juga mempunyai keanehan. Mobil yang dibeli dengan uang rakyat ini tiba-tiba mendadak bisa menjadi milik pribadi ketika masa jabatan sang pemilik mobil juga berakhir dan hanya dengan bermodalkan kata ajaib ‘dum’ maka berubahlah flat yang dulunya habang menjadi hitam. Mungkin mereka berpikir itu adalah sebagai upah dari kerja keras mereka selama ini. Tapi apa mereka berpikir adakah hasil yang telah mereka berikan dari kerja keras mereka selama ini. Sepertinya tidak ada, penganguran bertambah, PHK terus terjadi, orang miskin malah tambah miskin, kemacetan tambah parah. Dan satu lagi entah ini sebuah hasil atau tidak, adanya orang kaya mendadak juga bertambah. Ya, mungkin mereka telah bekerja keras dalam hal menghabiskan uang rakyat.

Mungkin semua yang dilakukan di atas masih bisa dimaklumi karena mereka mungkin berfikir buat apa tidak di pakai mumpung ada di rumah. Ya, kata-kata mumpung sering terjadi di dalam pekerjaan apa saja, tak peduli itu swasta atau negeri. Mumpung aku jadi bos, anak dan kerabatku, ku pekerjakan di sini saja. Mumpung aku jadi pejabat kembalikan uang kampanye dulu baru memikirkan yang lain. Ya, aji mumpung adalah ilmu yang ampuh buat cari uang. Mumpung terkenal, mumpung jadi pejabat.

Dulu saya mengira mumpungisme hanya dilakukan oleh para selebritis, dimana mereka mumpung terkenal maka ramai-ramai mendirikan toko baju atau juga tempat makan yang kemudian di embel-embeli dengan namanya kemudian di pajang foto-fotonya agar kemudian masyarakat berfikir wah, ini tokonya artis pasti mereka sering memakai baju ini atau juga wah, ini tempat nongkrongnya artis pasti enak makanannya dan wah-wah yang lain. Ternyata itu juga berlaku pada pejabat pemerintah seperti yang saya bilang di atas mumpung punya jabatan tinggi, masukin anak dan kerabat aja biar mereka bekerja disini juga.

Mobil flat habang sering berkeliaran biasanya saat libur kerja bagi PNS atau hari sabtu dan minggu. Hari sabtu biasanya mobil flat habang ini digunakan untuk pergi ke tempat perbelanjaan atau juga pergi ke tempat rekreasi sedangkan hari minggu biasanya digunakan untuk pergi ke tempat perkawinan.

Terlepas dari semua itu, bagaimana kalau pemerintah membuat peraturan mengenai penggunaan mobil flat habang, misalnya saja mobil flat habang hanya digunakan pada saat jam kantor dan mobil tidak boleh dibawa pulang ke rumah.

Apa anda setuju?

(Dimuat di Banjarmasin Post, 14 Juni 2007 ; Radar Banjarmasin, 21-22 Juni 2007)

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap