Menjadi Seorang Suami

Satu bulan telah berlalu. Tak terasa saya juga menyandang satu ‘gelar’ lagi yang lumayan berat kalau hanya dipikul sendiri. Ya, sudah sebulan ini saya mendapat gelar ‘suami’ [Alhamdulillah, ternyata jodoh telah sampai dan jodohnya juga tidak kemana-mana]. Ketika hendak mendapat gelar ‘suami’ perjuangannya begitu menggebu-gebu, berkorban sana-sini namun ketika gelar didapat ternyata malah berat juga untuk disandang. Terutama menyatukan perbedaan beberapa sudut pandang dan meminimalisir ego.

Tapi dari sekian banyak petuah yang didapat untuk menjadi suami yang baik, saya langsung diajarkan masalah Talak. Entah kenapa, saya langsung diajarkan masalah itu namun setelah mencoba merenungi beberapa hari ini, ternyata itu pelajaran yang paling penting ketika seorang laki-laki menjadi suami. Talak adalah hak prerogatif seorang suami jadi hanya suami yang berhak menjatuhkan talak. Diajarkan masalah Talak bukan berarti menyuruh bercerai namun berusaha agar terhindar dari masalah itu karena katanya karena kalian masih muda jadi takutnya saat sedang bertengkar tiba-tiba saja terucap kata-kata yang dianggap sebagai talak walaupun tak berniat namun tetap jatuh juga. Jadi untuk menghindari itu makanya pelajaran pertama jadi suami adalah Talak.

Pelajaran Talak saya tak hanya sampai disana tapi juga mesti diperdalam dengan mendengar ceramah-ceramah atau taklim dari ustadz [saya suka ceramah Mamah Dedeh]. Saya tak bisa memberikan apa yang telah dipetuahkan kepada saya mengenai masalah Talak namun kalian bisa mencarinya sendiri dengan mendengar pengajian atau juga bisa mencari di Google tentang apa itu talak. Semoga setelah kalian tahu, maka kalian bisa menghindari sebuah perceraian yang tak disengaja atau tak diinginkan.

Jadi, bagi kalian yang akan menjadi Suami atau telah menjadi suami ada baiknya belajar tentang Talak biar tidak ada kesalahan :). Bagi yang sudah tahu, harap dihindari ya 🙂

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

16 Comments

Add a Comment
  1. Saya kadang2 harus mengatur emosi saat ngomong bersama istri, takut kalau khilaf dan akibatnya terkadang diluar dugaan 🙁

  2. siap2 jadi abah 🙂 he

  3. selamat nanglah sudah jd laki. Di jaga bini jgn malilik binian lain lglah kaya bhari.haha…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap