Mengenal Ultrabook

Saya sebenarnya tak terlalu mengenal apa itu Ultrabook, maklum saja saya agak gaptek dalam hal gadget. Jadi saya mencari tulisan di berbagai sumber untuk bisa memahami apa itu Ultrabook dan akhirnya saya bisa mengabungkan beberapa tulisan itu menjadi postingan ini atau bisa dibilang ini adalah UltraBooksReview yang bisa digunakan.

Setelah laptop memiliki 2 generasi, yakni Notebook dan Netbook. Kini ada generasi laptop baru bernama Ultrabook. Untuk generasi terbaru laptop ini bentuknya lebih tipis dan ringan dibandingkan laptop pada umumnya.

Berbeda dengan Netbook yang bentuknya mungil dan fungsi utamanya untuk komunikasi nirkabel dan akses internet, Ultrabook memiliki semua keunggulan yang ada di Notebook dan Tablet tapi dikemas dalam bentuk yang elegan. Karena ukurannya yang tipis, ukuran paling tipis ketebalan ultrabook adalah 3 milimeter dan beratnya sekitar dan 1,36 kg. Karena produk ini merupakan laptop masa depan jadi prosessor yang dipasang terbilang canggih yakni Intel core i5 dan i7. Dan perbedaan lain antara Ultrabook dan Notebook ialah baterainya, karena di Ultrabook baterainya menyatu dengan casing laptop dan tidak bisa dilepas.

Pada dasarnya, Ultrabook adalah laptop/notebook mobile dengan kemampuan atau kinerja yang normalnya hanya dapat ditemui pada laptop yang lebih besar ataupun pada PC desktops. Ide dasarnya adalah menggabungkan kenyamanan mobilitas yang dimiliki sebuah tablet dengan kemampuan sebuah notebook yang sangat powerful.

Konsep yang tipis dan ringan menjadi sangat penting saat ini. Juga, desain yang menawan selalui dikedepankan oleh Ultrabook. Di samping itu, Ultrabook memiliki waktu booting yang sangat cepat (instant on) dan daya tahan baterai yang lama.

Kelebihan Ultrabook

Daya tahan baterai kini menjadi salah satu faktor yang diprioritaskan konsumen. Jika dulu konsumen sudah puas dengan daya tahan baterai 3 jam, kini konsumen menuntut daya tahan baterai lebih lama.

Salah satu trik yang dihadirkan Intel adalah dengan menurunkan konsumsi daya prosesor dan komponen lainnya. Dengan begitu, baterai yang memiliki kapasitas yang sama dapat bertahan lebih lama. Untuk Ultrabook, daya tahan baterai rata-rata berkisar antara 5 sampai 8 jam. Waktu itu termasuk cukup lama hampir tiga kali lebih awet dibanding notebook konvensional.

Waktu start-up yang lebih cepat juga menjadi hal penting sekarang, begitu juga waktu yang dibutuhkan saat “membangunkan” laptop dari kondisi standby. Ultrabook dibekali teknologi Rapid Start sehingga Anda hanya butuh sekitar 2 detik untuk kembali dapat menggunakannya dari kondisi standby.

Setelah membaca review tentang Ultrabook mendadak saya berminat untuk membelinya, semoga saja saya bisa mengumpulkan uang untuk membelinya atau ada yang ingin membelikannya untuk saya. Saya ikhlas menerimanya dengan senang hati 🙂

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap