Mengenal Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia

Sebelum saya bercerita tentang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia. Saya ucapkan selamat kepada Bapak Thomas Lembong yang dilantik pada tanggal 27 Juli 2016 kemarin menjadi kepala BKPM Indonesia menggantikan Bapak Franky Sibarani yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 November 2014.

Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).

Sebelum bercerita tentang badan penanaman modal ini. Beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan ” tau ga apa itu badan penanaman modal”, sebagai seorang guru tentunya saya ingin sekali menjawab “tahulah” namun apalah daya, saya benar-benar tidak tahu, bahkan bisa dikalatakan kalau beberapa hari itulah saya baru tahu kalau ada yang namanya badan penanaman modal. Sebenarnya ingin sekali mencari apa itu badan penanaman modal namun karena kesibukan offline sehingga terkendala namun kemarin, saat menonton televisi tiba-tiba ada berita tentang pergantian para menteri dan kepala lembaga pemerintah. Saat mendengar lembaga yang disebut yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tiba-tiba saya teringat lagi pertanyaan dulu, “apa itu badan penanaman modal” karena saat itu sedang santai, akhirnya saya search dan akhirnya ketemu laman BKPM.

Setelah baca-baca, saya baru tahu kalau BKPM ini merupakan lembaga yang menjadi penghubung utama antara dunia usaha dan pemerintah. Melalui BKPM, pemerintah berharap bisa menciptakan iklim investasi yang positif serta kondusif sehingga bisa mendorong untuk lebih banyak investasi langsung baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Investasi yang meningkat tentunya akan berdampak baik pada perekonomian negara Indonesia. Selain itu, BKPM juga mempunyai tugas pokok yaitu Melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal tentunya agar tidak terjadi tumpang tindih antara satu perundangan dengan perundangan lainnya yang pada akhirnya akan mempersulit investasi di dalam negeri.

Salah satu terobosan BKPM untuk meningkatkan investasi adalah adanya layanan 3 jam layanan investasi. Layanan 3 jam ini melalui 3 tahap: Pertama, Investor yang ingin berinvestasi datang ke kantor BKPM untuk mengambil nomor antrian; Kedua, Setelah mendapat giliran, investor akan melakukan diskusi konsultasi dengan Direktur Pelayanan BKPM tentang investasi yang akan dilakukan sekaligus membawa semua persyaratan baik itu data maupun dokumen yang diperlukan agar investasi tersebut bisa disetujui; Ketiga, Setelah itu investor bisa menunggu untuk sementara waktu sementara pendamping investor melakukan pengecekan serta pengurusan perizinan investasi. Dan tak berapa lama, selesai.

Sebenarnya masih ada beberapa hal yang bisa diceritakan tentang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia namun alangkah baiknya anda mengunjungi laman langsungnya di http://www.bkpm.go.id/ agar bisa lebih jelas dan tentunya lebih baik dari tulisan saya ini. Namun, pada akhirnya saya harus berterima kasih pada teman saya yang bertanya tentang badan penanaman modal yang akhirnya membuat saya menjadi tahu dan membaca lebih banyak. Terima kasih.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap