Menabur Ranjau

Aku tak tahu apa maksud dari kata-kata yang dikeluarkan oleh presiden dalam konferensi persnya mengenai tragedi bom kuningan. Sebagai orang awam, aku mungkin salah dalam menafsirkan kata-kata presiden tapi inilah pendapatku.

Kata-kata yang dilontarkan presiden itu bagiku seperti menabur ranjau di daerah konflik. Bisa meledak kapan saja bila ia terpicu beban. Negeri ini sedang dalam keadaan panas oleh suhu politik tiba-tiba saja presiden melontarkan kata-kata yang menurutku seakan-akan menyudutkan pihak-pihak tertentu yang kalah dalam pilpres yang menunggangi pengeboman itu.

Selain menghubungkan kejadian itu dengan politik, aku juga tak mengerti apa maksud presiden dengan menampilkan foto yang seakan-akan menafsirkan ia sedang terzalimi oleh sesuatu. Aku juga tak mengerti kenapa menampilkan foto yang katanya di dapat dari intelijen bersamaan dengan konferensi pers masalah pengeboman padahal katanya kejadian itu terjadi sekitar bulan mei dan pelakunya sudah ditangkap. Kenapa tidak saat pelakunya ditangkap saja beliau menampilkannya. Aku tak tahu mungkin presiden punya alasan lain.

Sebagai orang awam aku hanya berpendapat presiden salah dalam melakukan itu karena seperti ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan yang akhirnya membuat masyarakat menjadi saling curiga dan beropini buruk dengan beberapa orang yang kalah dalam pilpres dan mungkin juga membuat citra pribadi orang lain menjadi hitam.

Bagiku seharusnya presiden mengungkapkan kenapa intelejin tidak bisa mendeteksi akan datangnya tragedi itu dan juga mengakui ada yang salah dalam sistim pengamanan negeri ini terutama untuk tempat-tempat publik. Karena seperti kita tahu bahwa hotel itu merupakan salah satu hotel dengan pengamanan ketat dan juga mempunyai metal detector dan kenapa bisa lolos bahkan pelakunya bisa menginap di hotel tersebut. Itu menandakan ada yang salah dalam sistim pengamanan yang hanya terpaku pada alat tanpa juga mempedulikan tingkah laku orang yang berlalu lalang masuk ke tempat itu.

Dalam situasi yang sedang berduka seperti ini seharusnya pemerintah bisa lebih arif dan bijaksana dalam menyampaikan sesuatu. Jangan kita dibuat saling mencurigai dan memperkeruh suasana dengan perkataan-perkataan yang bisa membuat kita tercerai berai.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

2 Comments

Add a Comment
  1. Yup, bener emang sedikit membingungkan tuh SBY kemaren pidatonya sebagai Presiden yang tugasnya menyatukan aspirasi & perbedaan diantara rakyat ditengah situasi yang kacau atau seorang kandidat capres yang tugasnya memang memecah pendukung dan membuat persaingan antar kubu. 🙁

  2. dari kondisi ini, sby cenderung mo ambil kesempatan… n terlihat sangat2 sporadis dalam mengambil kesimpulan, mencoba terlihat berwibawa sekaligus merebut simpati rakyat.. ah mainan orang diatas emang bikin pusing ajah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap