Membaca Kembali Permendikbud No.62 Tahun 2013

shaleholic.com – Dalam beberapa hari ini beranda saya dilalui beberapa share yang dilakukan teman-teman guru tentang Permendikbud No.62 Tahun 2013 bahkan dalam sebuah blog yang dishare dikatakan,

“Guru SD yang berijazah tidak sesuai dengan sertifikat profesinya hanya diberikan TPP selama dua tahun saja. Ketentuan pencairan TPP bagi guru SD itu tertuang dalam Permendikbud 62/2013 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk Penataan Guru. Dalam Pasal 5 Permendikbud yang diteken Mendikbud Mohammad Nuh itu disebutkan bahwa guru yang dipindahkan tugas tidak sesuai dengan sertifikat profesinya, hanya berhak mendapatkan TPP selama dua tahun. [Sumber: sekolahdasar.net]”

dan disebuah forum guru pun banyak sekali kontra dengan permendikbud ini namun entah kenapa saya punya persepsi berbeda tentang Permendikbud No.62 Tahun 2013. Berikut persepsi saya tentang Permendikbud No.62 Tahun 2013.

Pertama mari kita lihat BAB II Pasal 2

1

Dalam Pasal 2 ayat 1 dikatakan Guru dalam jabatan dapat dipindahkan antarjenjang [saya menekankan kata antarjenjang saja]. Disini artinya guru dapat dipindahkan ke jenjang sama atau jenjang yang berbeda. Misal, saya mengajar di SMP bisa dipindahkan ke jenjang dibawahnya SD karena sama-sama masih dalam jenjang pendidikan dasar begitupun sebaliknya atau saya dulu mengajar di SMA tiba-tiba mutasi ke SD juga bisa.

Kemudian rata-rata mereka yang menshare Permendikbud No.62 Tahun 2013 ini lebih menekankan pada Bab IV tentang Ketentuan Peralihan :

Permendikbud No.62 Tahun 2013

Di BAB IV Pasal 5 Ayat 1 dan 2 inilah yang menjadi kontroversi banyak guru yang kemudian menganggap bahwa guru SD yang tidak berijazah S1 PGSD tidak akan mendapatkan sertifikasi lagi. Padahal kalau kita mau membaca gambar pertama kemudian menyambungkannya dengan gambar kedua tentu kita akan punya persepsi berbeda tentang Permendikbud No.62 Tahun 2013.

Disana sudah dapat dijelaskan guru yang kemungkinan terkena Permendikbud No.62 Tahun 2013 ini adalah guru-guru yang termutasi antarjenjang semisal saya, kalau dulu saya bersertifikasi guru mata pelajaran namun tiba-tiba saya dimutasi ke SD yang memakai sertifikasi guru kelas maka saya mau tak mau harus merubah sertifikasi saya menjadi guru kelas dan caranya hanya dengan kuliah kembali S1 PGSD atau melanjutkan kuliah S2 program Pendidikan Dasar.

Sedangkan guru-guru SD yang sudah bersertifikasi guru kelas namun memiliki ijazah non PGSD tetap saja akan terus menerima tunjangan sertifikasi mereka. Lihatlah pada pasal 5 ayat 2 dikatakan “Tunjangan profesi akan dihentikan pembayarannya jika guru sebagaimana dimaksud ayat (1) belum memiliki sertifikai pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya setelah 2 (dua) tahun sejak pindah mengajar pada bidang tugas yang baru

Saya menekan pada kata berwarna merah yang saya beri garis bawah dari pasal 5 ayat 2 itu jelas bahwa sertifikasi akan dihentikan bila sang guru tidak memiliki sertifikat pendidikan sesuai dengan bidang tugas setelah dua tahun pindah mengajar. Jadi sekali lagi, para guru SD yang bersertifikasi guru kelas namun bersertifikat non PGSD tidak perlu kuatir karena permendikbud ini tidak akan menyuruh untuk menyesuaikan ijazah anda dengan sertifikasi anda kecuali anda tiba-tiba dimutasi antar jenjang juga, dulu mengajar SD dengan sertifikasi guru kelas kemudian pindah ke SMP dengan sertifikasi guru mata pelajaran maka tentunya sertifikasi mesti disesuaikan kembali :D. Kalau tidak pindah dari SD tentunya, santai saja 😀

Permendikbud No.62 Tahun 2013 ini hanya akan berlaku bagi mereka yang terkena mutasi alihjenjang saja. Jadi para guru seperti halnya di Banjarmasin yang sudah memberlakukan mutasi antarjenjang maka Permendikbud No.62 Tahun 2013 ini mungkin bisa jadi panduan. Mereka akan tetap mendapat tunjangan sertifikasi selama dua tahun sebagai guru mata pelajaran namun setelah dua tahun tunjangan tersebut akan berhenti apabila ijazah mereka tidak PGSD.

Itulah sementara ini tentang persepsi saya tentang isi Permendikbud No.62 Tahun 2013 yang membuat heboh banyak guru SD di tempat saya. 😀

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. Maaf pak, saya guru cpns di sd Blum sertifikasi dan berijazah sarjana pendidikan bahasa inggris, apa saya harus ikut penyetaraan guru sd jg spaya saya dapat sertifikasi? Kalau saya tdak ikut penyetaraan apa akan bermslah dengan tunjangan2 yg saya dpatkan?? Mhon petunjuknya pak.. Trmakasih

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap