Manusia, Sang Perencana

Dulu pernah nonton film yang berjudul Sang Pencerah namun kali ini saya tak akan membahas masalah itu karena hari ini saya hanya akan mencoba berpikir tentang apa yang terjadi di sekitar saya dalam beberapa waktu ini.

Saya hanya ingin mengatakan pada mereka tentang beberapa hal :

Kita manusia hanyalah seorang perencana, tak lebih dan tak kurang karena pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan segalanya.

Kita boleh saja optimis setinggi langit namun jangan lupa sisakan pesimis sedalam sumur agar ketika apa yang kita impikan dan cita-citakan tak kesampaian, kita bisa tegar dan tabah menghadapinya.

Jangan sesali sebuah kegagalan karena pada dasarnya ketika kita ‘gagal’ dan kemudian kita ratapi maka itulah sebenarnya kegagalan. Kegagalan seharusnya memacu kita untuk lebih baik dan belajar dari kegagalan itu.

Syukuri apa yang telah terjadi, pelajarilah bahwa semua itu sudah tertulis di ‘kitab langit’ jangan disesali karena walau kau tangisi itu tak akan kembali

Entah kenapa terkadang kita sering kali merasa bahwa yang terjadi itu di luar batas kemampuan kita padahal Tuhan telah mengatakan bahwa kita diuji berdasarkan kemampuan kita sendiri. Namun yang jadi masalah adalah sering kali otak kita yang berpikir kita tak mampu menghadapinya padahal kalau dipikirkan kembali secara normal (biasanya setelah sudah stabil) maka kita malah merasa bahwa hal itu biasa saja.

Jadi diakhir kata-kata ini, teruslah bermimpi dan berusaha dengan dibarengi oleh doa agar semua yang kita harapkan bisa tercapai namun ketika tak tercapai, teruslah berusaha, jangan diratapi apalagi disesali seumur hidup.

untuk pribadi : Semoga apa yang direncanakan tahun ini bisa tercapai dan terlaksana. Amin *tetap berusaha dan berdoa.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

22 Comments

Add a Comment
  1. meng-amini kalimat yg untuk pribadi .. πŸ™‚

    Amin πŸ™‚

  2. Amin juga. Sering ya kita kecewa saat suatu yang kita kerjakan hasilnya tidak sesuai harapan.

    Ya, dulu sering kecewa namun seiring bertambah usia udah bisa memahami banyak hal tentang hidup πŸ™‚

  3. yua .. kita hanya berencana ..

    hanya bisa itu yang dilakukan πŸ™‚

  4. personal health care

    Allah sudah menetapkan semuanya,, kita berusaha dan menunggu campur tangan-Nya ,, πŸ™‚

    πŸ™‚

  5. wahh setuju om… tapi koe kata"nya kurang lebih kaya setatus di facebook saya ya, kebetulan aja sepertinya hhe

    hehehe_ untung kita baru brteman di FB, bsa2 ntar saya dikatakan menjiplak, hahaha πŸ™‚

  6. betul banget. Allah menguji seseorang sesuai dengan kemampuannya. hanya saja diri kita sendiri yang mensugesti bahwa ujian/cobaan yang dihadapi ini sangat sulit..

    Yap, saatnya sabar dan tegar menghadapi ujian πŸ™‚

  7. tapi suka kesel banget sih, udah direncanain dengan mateng ada aja kendalanya… kalo saya biasanya tiba2 sakit… gemesssssssaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…
    *curcol yg lagi sakit*

    manusiawi aja sich cuman jgn larut aja dengan kekesalannya πŸ™‚

  8. dan karena itulah tuhan menciptakan proses…
    gagal, coba lagi..
    ane dapet quote dari buku perpisahan kelas 6 sd yang ane temukan digudang, sebuah pesan dari guru saya.

    "apa yang nampak tidak mungkin seringkali hanya belum pernah mencoba,"

    setuju dgn kata-kata terakhirnya πŸ™‚

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap