Mana NyaliMu

Merdeka atau mati adalah slogan paling populer ketika jaman penjajahan. Mereka rela mati daripada harus terinjak-injak kedaulatannya. Berjuang demi tanah air asal tidak lagi terhina. Itulah motivasi paling berpengaruh dalam kehidupan jaman dulu. Betapa pemerintahan dulu , juga berani menentang negara-negara kuasa bahkan demi sebuah prinsip negara ini berani keluar dari PBB. Namun cerita tentang tegasnya sebuah pemerintahan hanyalah sebuah sejarah yang hanya bisa jadi cerita tanpa harus diulang lagi.

Negeri ini sekarang tidak punya nyali untuk menegakkan sebuah kedaulatan dan keberanian. Mereka mungkin asyik bikin slogan baru, miskin atau korupsi. Betapa kedaulatan negeri ini telah dinodai oleh para negara yang katanya tetangga dan juga serumpun. Dalam beberapa hari ini, ditayangan televisi dilihatkan betapa tidak beradabnya tentara Australia terhadap nelayan Indonesia. Mereka membakar dan menembaki perahu milik nelayan Indonesia. Mereka lakukan itu hanya karena nelayan Indonesia dianggap memasuki wilayah Australia, namun para nelayan Indonesia membantahnya bahkan kata mereka bila mereka tertangkap pasti pasukan Australia menghancurkan GPS mereka padahal GPS itulah yang bisa dijadikan bukti apa mereka telah melanggar batas wilayah atau tidak. Jadi ketika dipersidangan pasti kalah karena bukti telah dihilangkan. Entah apa maksudnya tentara Australia menghilangkan barang bukti itu.

Selain tetangga yang kurang beradab. Negara ini juga memiliki tetangga yang katanya serumpun tapi usil dialah Malaysia. Dalam beberapa hari ini juga diberitakan tentang penemuan helipad yang jaraknya tujuh meter dari perbatasan Indonesia. Hal itu tentu saja melanggar perjanjian antara Malaysia dan Indonesia bahwa tidak ada kegiatan apapun dalam jarak dua kilometer. Entah apa maksudnya namun dari selentingan cerita, helipad itu digunakan untuk mendukung ilegal logging di Indonesia. Yang artinya Malaysia adalah penadah kayu-kayu hasil pembalakan liar di Indonesia.

Selain menghadapi masalah luar negeri. Situasi dalam negeri juga kacau karena ketidakberanian pemerintah dalam menghadapi ahmadiyah. Keluarnya SKB tiga menteri yang diharapkan bisa menjadi penenang situasi ternyata malah membuat bingung beberapa kalangan karena SKB itu multitafsir. Seharusnya pemerintah punya keberanian untuk itu, Ahmadiyah harusnya dibubarkan karena telah melakukan penodaan agama terhadap agama Islam. Mereka membela diri atas nama kebebasan beragama.

Sudah saatnya pemerintah mempunyai ketegasan dan keberanian dalam bertindak. Sesuai dengan slogan Indonesia Bisa. Indonesia bisa marah kalau kedaulatannya diganggu, indonesia bisa bertindak sesuai dengan keadilan. Indonesia Bisa

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

20 Comments

Add a Comment
  1. indonesia keliatannya berani kandang, pas keluar diam seribu bahasa. negara2 tetangga jadi dapat angin dan berani bertindak semena2 nge-bully indonesia. jika pemerintah tegas dan rada garang seperti malaysia, negara2 lain pasti mikir dua kali ngusilin kita

  2. Urusan sama negara tetangga gak akan selesai2 selama pemerintah kita melempem…

  3. indonesia bisa..
    indonesia bisa maju, kalau pemimpinnya bisa bersikap tegas…
    betul ga say…hehehe

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap