Listrik dan BBM itu …?

Dua tahun meninggalkan Kalimantan selatan dan menuju Surabaya untuk meneruskan kuliah tentunya ada banyak hal yang ingin diceritakan bahkan mungkin dibandingkan namun dari sekian banyak hal yang ingin diceritakan dan dibandingkan, hanya ada dua yang ingin saya ceritakan dan bandingkan. Pertama, listrik dan Kedua, BBM. Kenapa dua hal itu, karena dua hal itulah yang sangat amat terasa selama saya tinggal di surabaya.

listrik

Pertama, listrik. Listrik padam di kalimantan selatan tentunya bukanlah hal aneh tapi bisa jadi adalah hal yang biasa bahkan akan menjadi luar biasa kalau dalam satu bulan tidak pernah listrik padam. Dalam minggu-minggu terakhir saja, saya entah sudah berapa kali terkena “jadwal” pemadaman listrik bahkan ada seorang teman mengeluh di FB bahwa sejak jam 3 sore hingga jam 5 pagi belum juga terlihat “hilal” bahwa lampu akan segera menyala kembali. Hal itu tentu berbanding terbalik dengan Surabaya, selama 2 tahun menikmati kota itu, listrik padam yang saya rasakan bisa dihitung dengan 5 jari saya dan durasi padamnya tidak pernah lama hingga berjam-jam seperti disini. Tentunya hal ini sangat “menyakitkan” apa sih yang membuat provinsi bertaburkan tambang batubara bisa demikian “tragis” soal kelistrikan.

Kedua, BBM. Kalau ini bisa dibilang sangat jauh berbanding terbalik, selama dua tahun di Surabaya, saya sama sekali tidak pernah beli BBM eceran di luar SPBU dan selalu beli di SPBU. SPBU di Surabaya bisa dibilang tak pernah kehabisan stok dan selalu siap sedia selama 24 jam. Hal itu tentunya sangat berbeda dengan yang saya rasakan di kampung saya, SPBU yang bertuliskan 24 jam tapi cuma buka sampai jam 5an sore saja. Belum lagi masalah pembeli berjerigen. Disini pemandangan para pembeli berjerigen sudah biasa bahkan bagi saya sangat luar biasa. Kenapa luar biasa? karena dengan mudahnya para pembeli berjerigen ini datang ke SPBU dan membeli hingga puluhan bahkan mungkin ratusan liter BBM tanpa pernah terkendala. Pemandangan SPBU yang bertuliskan HABIS namun warung-warung di sekitar SPBU banyak berjualan BBM dengan harga diatas rata-rata adalah sesuatu yang sangat tidak pernah saya temukan selama di Surabaya.

Kedua masalah itu hingga sekarang masih selalu sama dan selalu terjadi disini dan entah sampai kapan selalu menikmati rasa sensasi seperti ini. Merasakan listrik padam yang berkepanjangan atau malah sibuk mengantre BBM di warung pinggir jalan karena BBM di SPBU bertuliskan HABIS.

Tapi inilah realita dan selamat datang kembali rasa itu. Dejavu.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap