Kota dan Desa

Dua tempat yang mempunyai karakter berbeda dalam menyikapi permasalahan hidup. Kota begitu menikmati sifat individualisnya tanpa harus memperdulikan orang di sekitarnya sedangkan desa menjunjung tinggi rasa kekeluargaannya. Berbedanya kultur dua tempat itu terkadang membuat kita merasa hidup dalam dua alam yang berbeda.

Kota begitu angkuh dengan segala kemajuannya. Merasa dirinya menguasai dunia ini hingga tidak memikirkan desa. Baginya yang penting adalah merubah desa menjadi kota walaupun itu harus menghalalkan segala cara ataupun menari di atas derita desa. Kota dengan teganya mengambil sawah untuk dijadikan rumah mewah, merubah tanaman padi menjadi aspal, merubah keyakinan dengan materi.

Desa telah berusaha mempertahankan sawahnya, padinya hingga keyakinannya namun semua itu terasa sia-sia ketika perangkat kota berupa televisi mempengaruhinya dengan segala kemunafikannya. Memberi pelajaran tentang hal-hal yang membuat desa tertegun memikirkan akan egonya dan melupakan kekeluargaannya.

Kota memang hebat dalam mempengaruhi desa namun kota masih belum terlalu pintar dalam memikirkan sesuatu. Mereka tidak pernah berpikir kenapa mereka disebut kota. Padahal kota ada karena desa jadi desalah yang menjadi dasar awal berdirinya kota. Kalau sudah begini, itu berarti kota adalah “anak durhaka” karena dengan tega membunuh desa yang telah melahirkannya.

Kota dan desa sebenarnya bisa hidup berdampingan kalau mereka bisa mengetahui bahwa mereka saling membutuhkan. Kota tidak bisa makan kalau padi di desa hilang, desapun tak bisa maju kalau jalannya tidak di aspal. Kota dan desa merupakan tempat yang bersimbiosis mutualisme saling ketergantungan dan menguntungkan kedua tempat. Mari majukan kota, makmurkan desa.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

11 Comments

Add a Comment
  1. Tulisan yang bagus,say…
    antara kota dan desa…
    memang berbeda jauh…

    kedamaian selalu ada d desa..
    tapi sebaliknya dengan kota..
    kekerasan yang selalu ada..

    harus pintar2 lah kita memilih..
    dalam hidup ini…heheheehe

  2. Kota & Desa, pasti ada plus minusnya semua…. tergantung bagaimana kita menikmati keberadaan ketika berada disana

  3. Asal jangan seperti lagu Bang Iwan saja:
    ..kota yang kutinggali, kini tak ramah lagi. Orang-orang yang lewat, beri senyum pun enggan..

    🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap