Kondom Riwayatmu Kini

Kemarin 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia dan negeri inipun memperingatinya dengan mensosialisasikan Pekan Kondom Indonesia.

Puluhan tahun lalu kondom merupakan “barang” aneh dan sulit didapat dipasaran. Kondom menjadi populer ketika program KB dicanangkan. Tujuannya cukup mulia yakni mengendalikan pertumbuhan penduduk dan sasarannya pun jelas Pasangan Usia Subur (PUS) yang terikat dalam sebuah pernikahan. Meski demikan banyak pasangan enggan memakainya dengan alasan mengurangi kenikmatan hubungan suami isteri.

Tapi kini, kondom semakin naik daun apalagi dibagikan secara gratis, sasaran utamanya jelas bukan PUS yang terikat dalam sebuah pernikahan tetapi semua penduduk dan tujuannya mencegah penyebaran penyakit seksual khususnya HIV/AIDS.

Di satu sisi, sosialisasi pemakaian kondom itu memang bagus. Tapi di sisi lain digelarnya Pekan Kondom Indonesia merupakan bentuk halus pengesahan pemerintah atas paham kebebasan. Mencanangkan program dari barat, mempromosikan secara tidak langsung bahkan memfasilitasinya dengan pembagian kondom gratis. Bukankah tindakan seperti itu bisa diungkapkan “Silakan melakukan hubungan intim dengan siapa saja, tapi hati-hati terinfeksi HIV/AIDS namun supaya aman pakai kondom.”

Namun sebelum pembagian kondom dilakukan seharusnya ada sosialisasi dulu bahwa ada hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah itu. Prof Dadang Hawari SpKJ dalam kontroversi kondom, menganjurkan dalam perkembangan terakhir upaya pencegahan dapat dilakukan dengan program A, B, dan C.
A berarti Abstentia Sexual (Puasa Seks)
B berarti Be Faithful (Setia Pada Pasangan/Tidak Selingkuh)

Kalau kedua program itu gagal baru dijalankan program C yaitu Condom. Namun penggagas program C hendaknya harus bertindak jujur pada masyarakat bahwa meskipun memakai kondom dalam perzinaan (seks bebas dan pelacuran) tidak menjamin tidak tertular dengan kata lain terinfeksi. Cepat atau lambat yang bersangkutan akan menderita AIDS dan selanjutnya masuk program D yaitu Death (Mati).

Namun hal itu semua tergantung pribadi masing-masing, apa anda setuju atau tidak?

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

3 Comments

Add a Comment
  1. antara setuju dan tidak setuju..setujunya: membagi kondom secara gratis merupakan salah satu alternatif mengurangi menyebaran aids..gak setujunya: secara tidak langsung perzinahan dibolehkan dan dibebaskan.

  2. aku juga binun hari anti AIDS dgn penyebaran kondom,ya.. antara setuju N tidak setuju,takutnya klo ada yg menyalah gunakaN..tp semua ttp tergantung pribadi masing2..

    untuk aku pribadi ttp ga’ setuju DgN adanya “SEKS BEBAS”

    AIDS ga’hanya tertular lewat hubungan seks aja…..kemarin ada kejadiaN seorg anak kena positif AIDS,padahal kedua ortunya bebas AIDS,hanya
    gara2 makan buah potong yg di jual di jalanan…la kok bs yup..habis sang penjual saat potong buah tergores pisau N darahnya berceceran ke buah…

  3. Selalu ada cara terbaik untuk mengurangi AIDS!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap