“Kisah Klasik” UKI dan YAI

Aduh sialan

Si UKI dan YAI

masih suka tawuran

Katanya orang berpendidikan

Tapi kelakukan kaya preman kampungan

Entah apa yang terjadi terhadap dua kampus itu hingga beberapa mahasiswanya hobi tawuran, bahkan seakan itu adalah budaya yang harus diturunkan dari satu generasi hingga ke generasi berikutnya. Aku pernah berpikir jangan-jangan dua kampus ini punya doktrin yang tidak tertulis yang menyatakan bahwa kita boleh kalah dari kampus mana saja asal jangan dari kampus sebelah bahkan mungkin tawuran adalah salah satu pembuktiannya untuk mengetahui mana yang lebih kuat diantara dua kampus itu.

Tawuran yang dilakukan oleh kalangan yang mengaku berpendidikan seakan menyiratkan sebuah tanda tanya besar dan juga pikiran negatif tentang kehidupan, yang biasanya ungkapan kata-katanya “Yang berpendidikan saja seperti itu kelakuannya, bagaimana dengan yang tidak berpendidikan”, belum lagi orang mungkin akan berkata “Apa yang terjadi seandainya para intelektual tersebut menjadi pemimpin masyarakat, bisa-bisa dalam menyelesaikan masalah lebih mengedepankan otot ketimbang otak”.

Tawuran itu mungkin bisa dihindari asal kedua kampus ini mau bekerja sama dan menggalang berbagai kegiatan bersama, misalnya pertunjukan seni, petandingan olahraga atau apapun yang bersifat positf. Dengan semakin dekatnya hubungan mahasiswa dalam berbagai kegiatan tersebut akan sedikit demi sedikit mengikis rasa permusuhan diantara mereka.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

1 Comment

Add a Comment
  1. Iya tuh, sempat lihat beritanya sebentar di TV, sampai kisruh kyk gitu. Heran deh sama yang suka tawuran itu, kok hati dan kepala sama2 panas ? Apa nggak bisa ya semuanya dibicarain baik2?

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap