Kesalahan Kampanye Incumbent

2010 merupakan tahun yang sibuk bagi provinsi Kalsel karena ada beberapa pemilu daerah yang akan dilakukan mulai dari pemilihan bupati, pemilihan walikota dan terakhir pemilihan gubernur. Namun yang cukup menyita perhatian tentulah pemilihan gubernur karena merekalah calon-calon pemimpin provinsi. Calon gubernur sekarang yang jelas terlihat dan punya kendaraan politik hanya ada dua yaitu Rudi Arifin dan Zairullah Azhar.

Dari dua calon itu saya hanya akan mencoba menelaah kampanye yang dilakukan oleh Rudi Arifin (RA) karena sebagai incumbent tentu ia punya banyak keuntungan terutama tidak perlu repot dalam hal pencitraan walaupun bagiku maju kembalinya seorang incumbent seakan ingin mengatakan “Mari Lanjutkan Kekuasanku”. Masyarakat tentu sudah mengenal siapa gubernurnya. Selain itu majunya sang penguasa kembali bukan berarti tidak ada yang salah dari cara berkampanyenya walaupun mungkin merasa itu wajar saja.

Ada tiga kesalahan yang dilakukan incumbent RA dalam kampanyenya pada pemilu 2010 kali ini, antara lain:

  • Atribut Kampanye

Atribut kampanye memang tak pernah lepas dari sebuah kampanye baik itu berupa poster,spanduk,baliho maupun brosur. Sebagai incumbent, RA memang punya nilai plus terutama tempat pemasangan atribut hal itu bisa dilihat terutama saat adanya perbaikan jalan yang sekarang ramai. Kalau dulu sebelum adanya pilkada, tak ada yang aneh dari perbaikan jalan namun ketika ada pilkada maka incumbent pun mulai memanfaatkannya sebagai tempat sarana kampanye walaupun mengatasnamakan pemerintah provinsi tapi tetap saja memajang foto sang gubernur seperti adanya kata-kata “mohon maaf adanya perbaikan jalan”. Pendomplengan itu seakan memberikan citra negatif seorang incumbent pada pemilihnya karena bisa saja mereka berpikir “bah, pas handak pamilu hanyar baandak foto, bahari kadadaai kaya itu”.

  • Slogan Kampanye

Dalam setiap kampanye pasti ada kata-kata yang menjadi pembeda antara satu calon dengan calon lain. Dan RA kali ini menggunakan kata “Asli Urang Banua”. Kata-kata itu tidak ada yang salah karena RA ingin menegaskan bahwa mereka adalah putra daerah namun bagiku kata-kata itu tidak pantas dijadikan sebuah pembeda terutama untuk seorang incumbent karena pesan tersirat dari ‘Asli urang banua” seakan memberikan kesan diskriminatif terhadap calon lainnya padahal beliau memimpin daerah yang majemuk dalam hal suku bangsa. Seharusnya kata-kata itu untuk merangkul semua kalangan bukan hanya sekelompok kalangan.

  • Membanggakan Keberhasilan

Inilah hal paling mendasar kesalahan rata-rata para incumbent yaitu membeberkan keberhasilannya. Padahal menurutku itu tidak pantas karena keberhasilan seseorang dalam memimpin sebuah daerah adalah hal yang wajar bahkan wajib karena dulu mereka dipilih memang untuk hal itu yaitu ada perubahahan terhadap daerah yang dipimpinnya. Jadi tidak sepantasnya keberhasilan yang dicapainya menjadi sebuah alat kampanye. Selain itu, pengakuan keberhasilan juga memberikan citra buruk seorang incumbent karena bisa terlihat egonya. Kenapa bisa terlihat egonya karena keberhasilan pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemimpin saja tapi juga kerja keras para bawahannya selain itu pengakuan satu pihak hanya akan menyakiti pihak lain. Misalnya “Jalan sudah mulus” seharusnya itu tidak bisa diakui sebagai sebuah keberhasilannya sendiri karena ada DPRD yang mengetok anggaran, ada kontraktor yang melaksanakan proyek itu maupun para pekerja yang siang malam yang mengerjakannya atau masalah lain semisal BBM lancar, itu terjadi karena banyak pihak, baik Pemerintah maupun Pertamina. Jadi setiap keberhasilan dalam suatu pembangunan di daerah tidak bisa dimonopoli sebagai keberhasilan seorang pemimpinnya saja.

Itulah beberapa hal yang menurutku kesalahan yang dilakukan oleh incumbent Rudi Arifin dalam hal kampenye. Namun ini tetaplah sebuah pendapat yang bisa saja merupakan kesalahan. Jadi bagaimana menurut anda ?

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap