Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Kalimantan Menggugat : JANGAN HANYA BBM!

Beberapa hari ini saya melihat beberapa tulisan Blogger Kalimantan banyak yang mengangkat isu tentang pemblokiran batubara yang terjadi di Kalsel tepatnya di sungai Barito. Bagi saya itu tidak terlalu menarik kalau pemblokiran itu cuma dilakukan sehari atau dua hari karena itu tidak akan membawa dampak signifikan bagi Pemerintah Pusat.

Kalau Kalimantan memang serius ingin menggugat ada baiknya pemblokiran batubara dilakukan lebih dari satu bulan agar Pemerintah Pusat tahu bahwa kita punya Sumber Daya Alam yang mempu menyalakan ekonomi Pulau Jawa. Kita punya apa yang diperlukan Pulau Jawa untuk hidup sekaligus memberikan sinyal pada pemerintah pusat bahwa kita yang punya energi tapi kenapa terkesan tak punya energi. Jujur saja, saya menulis postingan ini dalam keadaaan listrik padam dan dalam 2 jam ini sudah 3 kali listrik padam bahkan hari sabtu (26/05/2012) listrik padam dari jam 10 pagi hingga menjelang Magrib.

Pemblokiran Batubara terjadi karena pemerintah pusat tidak mau menambah kuota BBM bagi Kalimantan. Tapi saya sempat berpikir, sepadankah Pemblokiran BBM dengan kuota BBM? Yang mungkin saja hanya akan menambah panjang antrian di SPBU serta membuat Pertamini (pelangsir) menjadi lebih banyak. Walau ada pembatasan pembelian namun ternyata pelangsiran tetap terjadi.

Mungkin ada baiknya tuntutan itu lebih besar daripada cuma sekedar Penambahan kuota BBM, mungkin kita bisa menuntut adanya Transportasi Kereta Api yang menghubungkan 4 Propinsi atau juga perbaikan sarana sekolah jadi tak perlu lagi harus studi banding ke Pulau Jawa yang hanya akan membuat kita geleng-geleng kepala dengan fasilitas sekolah yang mereka miliki.

Isi Kalimantan Menggugat:

  1. Keadilan pengelolaan sumber daya alam, diantaranya royalti pertambangan dan migas harus dikembalikan 80% untuk daerah. Termasuk dana bagi hasil perkebunan yang selama ini tidak kami nikmati. Dana reboisasi hutan yg telah digunduli pun raib entah kemana
  2. Siapkan kouta BBM yang mencukupi kebutuhan maksimal setiap rakyat yang membayar pajak untuk negara ini, tidak ada kelangkaan dan adil secara nasional, bukan pembatasan.
  3. Merdeka dari krisis listrik, listrik yang menerangi setiap rumah dikalimantan, bukan hanya pulau jawa dan bali.
  4. Prioritas pembangunan infrastruktur dan konektivitas pembangunan. Hingga puluhan tahun merdeka bahkan jalan utama penghubung antara kalimantan justru tidak terealisasi, semua harus terhubung kejakarta. Kalimantan hanya punya satu jalan nasional, sungguh sebuah ironi diantara gedung pencakar langit jakarta dan jawa.
  5. Kami menggugat dan mengingatkan kepada pemerintah daerah agar tidak lalai dan bekerja maksimal dalam memperjuangkan segala kebutuhan rakyat kalimantan, percayalah kami tidak akan lelah menyuarakan digarda terdepan untuk kalimantan yag adil, setara dan bermartabat

Demikian pernyataan sikap bersama forum peduli banua kalimantan selatan, melawan untuk keadilan dan kemakmuran bumi kalimantan.

Jika pemerintah atau negara ini tidak memperdulikan kami, maka kami juga tidak akan memperdulikan pemerintah atau negara ini.

Merdeka!!!

Jembatan barito, 26 mei 2012
Forum Peduli Banua atas nama rakyat kalimantan

Ketika mendengar teman yang tinggal di balikpapan berkata bahwa mereka juga mengantri untuk beli minyak. Rasa sedih dan lucu tentang negeri ini menjadi-jadi Balikpapan yang bergelar kota minyak, penghasil minyak ternyata mereka malah ikut mengantri minyak, :D. Dimana sebenarnya keadilan pemerintah terhadap Kalimantan? PLN sudah mengatakan bawah 80% batubara yang digunakan PLN di Pulau Jawa adalah hasil Sumber Daya Alam Kalimantan tapi kenapa Kalimantan lebih sering padam listriknya ketimbang mereka yang diberi. Atau ini seperti cerita saya waktu kuliah, Seorang dosen memergoki teman saya sedang menyontek pekerjaan milik teman disampingnya namun ternyata setelah nilai akademik keluar malah yang menyontek dapat B dan yang dicontek tidak lulus.

Itu baru cerita tentang pemblokiran batubara, kini terdengar juga wacana tentang Borneo Raya atau ada juga yang bilang Kalimantan Merdeka. Pemerintah Pusat harusnya mulai berbenah diri. Pemerintah Pusat telah menanamkan benih-benih disintegrasi NKRI dengan ketidakadilan yang terjadi di kalimantan saat ini. Apalagi kata-kata “merdeka’ sudah sering terlontar di jejaring sosial para urang banua (sebutan untuk Orang Kalsel/Orang Banjar).

Satu lagi, saya mengkhayal bagaimana kalau pemblokiran itu berlangsung sebulan saja maka bisa dipastikan Pulau Jawa akan gelap karena kata PLN stok batubaranya cuma bertahan untuk 25 hari. Jadi, mungkin ada baiknya orang-orang yang duduk disana juga bisa merasakan bagaimana menderitanya orang Kalimantan dengan sering padamnya listrik yang mereka terima bertahun-tahun.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

3 Comments

Add a Comment
  1. Belanda dah lama hengkang dari negeri ini tapi kenapa ya kita masih saja terjajah terutama oleh bangsa sendiri..
    Saya okut prihatin pula dengan masyarakat Kalimantan atas kejadian ini..

  2. Artikel yang menarik. Kita memang dijajah oleh bangsa sendiri. Kita harus merdeka dari penjajahan itu.

  3. Artikel yang menarik. Kita memang dijajah oleh bangsa sendiri. Kita harus merdeka dari penjajahan itu.

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap