Kadar Dewasa seperti apa?

Sering orang bilang “Umur lo berapa, sok dewasa?”. Kenapa terkadang umur selalu dibandingkan dengan kedewasaan padahal tidak selalu ada hubungannya atau juga ada yang bilang “Pendeknya pikiran kamu, tidak dewasa” entahlah apa cara berpikir yang orientasinya ke depan menandakan kedewasaan namun terkadang aku berpikir ada banyak hal kenapa orang terkadang tidak berpikir ke depan dan lebih memikirkan tentang hari ini. Tapi aku sendiri tak pernah tahu sebenarnya kadar untuk menentukan seseorang dewasa apa tidak seperti apa.

Tapi terkadang terlalu banyak orang merasa dewasa karena merasa umurnya lebih tua atau juga karena menganggap cara berpikirnya lebih baik daripada yang lain. Padahal ada hal-hal lain, kenapa yang muda terkadang selalu mengalah terhadap yang lebih tua. Bukan karena ia menganggap bahwa yang tua itu dewasa tapi untuk menghormati dan menjaga perasaan orang yang lebih tua itu. Karena terkadang ada orang tua yang lekas naik pitam ketika pendapatnya dibantah oleh yang lebih muda bahkan terkadang sering berkata “Umur kamu berapa?, Duluan siapa lahir?, Aku ini sudah makan garam kehidupan?, Kamu ini jadi apa disini? dan banyak kata-kata lainnya. Hal-hal seperti itulah terkadang kenapa anak muda selalu mengalah kepada yang lebih tua karena ia tidak ingin ada perdebatan yang terkadang disangkutpautkan dengan hal-hal diluar pembicaraan. Tapi terkadang ada juga orang yang lebih tua tidak ingin berdebat dengan yang muda karena ia merasa yang muda terkadang hanya mengandalkan egonya tanpa berpikir yang lain, entah karena ia merasa pendidikannya lebih tinggi dari yang tua atau ia merasa lebih pintar dari yang lebih tua.

Atau juga ketika ada sebuah perbedaan cara berpikir dan memandang sesuatu. Orang terkadang menuduh orang lain yang tidak sepaham dan sejalan dengan pemikirannya sebagai orang yang tidak lebih dewasa daripada dirinya. Karena ia merasa pendapatnya lebih rasional dan baik. Padahal rasional dan baik itu adalah relatif, tergantung dari sudut mana orang memandang. Contohnya saja RUU Pornografi, bagi yang mendukung, RUU itu rasional dan baik namun bagi yang menentangnya, RUU itu tidak rasional dan tidak baik karena akan menghancurkan budaya daerah dan kreativitas seniman.

Mungkin dewasa memang tidak hanya dilihat dari umur atau cara berpikir tapi juga dari cara bersikap dan menyikapi sesuatu. Namun, entahlah aku tidak tahu. Apa aku sendiri termasuk orang dewasa apa tidak, aku juga tidak tahu tapi sepertinya tidak?

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

22 Comments

Add a Comment
  1. wah, aku udah dewasa belum yah ?

  2. Klo dah mimpi basah, tu artinya dah dewasa ya??

    Irfans last blog post..All About Telkomsel Flash

  3. reza jadi anak – anak aja deh 😀

    Rezas last blog post..Busby SEO test , Mungkinkah !

  4. Dewasa mungkin dalam artian perkembangan sikap!

    masciputs last blog post..Cerita Lama Tentang Pelabuhan Gresik

  5. Banyak yang Takut Menjadi Dewasa.

    masDans last blog post..Download Lagu Cinta Anak SMADA

  6. Tapi menurutku yang paling penting tetap ‘Menjadi diri sendiri’ 😛

    sandis last blog post..Film ‘Kambing Jantan’ tayang Februari 2009

  7. kalo aku gimana ya… mungkin masih seperti anak kecil hehehe

    Lylas last blog post..Award Lagi….

  8. oya aku mau kasih award… dimbil ya mas di blogku 2 nya jg boleh 🙂

  9. Hmmm….Jadi benar donk kata orang bijak
    TUA ITU PASTI TAPI DEWASA ITU PILIHAN….
    jadi kalau menurut saya malah tergantung sama kitanya mau dewasa apa tidak?
    😀

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap