Rumah Shaleh

Berbagi Untuk Negeri

Jangan Percaya Nasib



Sering kali ketika kita mulai merasa lelah untuk mengejar sesuatu ataupun merasa sudah tak sanggup lagi menghadapi sulitnya hidup ini, kita biasanya akan berkata “Mungkin ini sudah jadi nasibku”. Mungkin itu tidak salah bagi sebagian orang tapi menurutku ada yang salah dalam persepsi mengenai arti dari nasib.
Nasib bagiku bukanlah sesuatu yang mutlak dan tidak bisa dirubah, nasib bisa diputar bahkan dirubah selama kita mau berusaha untuk merubah itu, bahkan dalam Al Quran pun dikatakan :

“Sesungguhnya Allah tak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)”

Namun memang ada sesuatu yang tidak mungkin berubah karena itu sudah menjadi suratan yang tertulis sejak lama dan itu dinamakan Takdir. Dalam Al Quran juga dikatakan :

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadiid: 22) “

Memang sulit untuk membedakan mana yang takdir dan mana yang nasib, namun kita tentu harus tetap berusaha karena sudah menjadi kewajiban kita untuk terus berusaha walaupun kita tak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Manusia telah diberi akal dan nafsu dalam menjalani hidup ini, maka gunakanlah kedua hal itu untuk merubah cara pikir kita agar kita mau maju dan jangan menyerah hanya karena sebuah kata yaitu NASIB. Memang sudah menjadi tabiat setiap manusia bahwa mereka suka berkeluh kesah “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Jika ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan jika ia mendapat kebaikan ia amat kikir…” (QS. Al-Ma’aarij: 19-21)” dalam menghadapai sesuatu hingga melupakan bahwa sebagian dari perjalanan hidup ini telah digariskan sejak lama dan sebagian lagi masih bisa dirubah.

Mari kita berusaha untuk terus merubah nasib kita agar menjadi lebih baik dari kemaren dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

14 Comments

Add a Comment
  1. Setuju mas, bagaimanapun kita tetap harus berusaha, bekerja dan berdoa ….

  2. Jangan bermimpi. Jangan jadi pemimpi.

    Mimpi-mimpi adalah untuk orang awam, orang orang yang tidak berdaya dan hanya bisa berharap.

    Jadilah seorang pejuang, pendekar.

    Seorang pendekar hidup dalam realitas, bukan impian. Seorang pendekar tahu batas batas dirinya sendiri, sangat mengerti apa yang dia mampu lakukan dan apa yang dia tidak mampu lakukan. Tetapi tidak hanya itu, seorang pendekar terus menerus mencari 'gerakan yang lebih sempurna'. Tebasan pedang yang lebih efektif, pukulan yang lebih efisien, teknik yang lebih baik, makna yang lebih tinggi. Inilah sebabnya seorang pendekar selangkah demi selangkah menjadi semakin kuat, sedangkan seorang pemimpi hanya bisa… bermimpi dan berdoa ^^.

    Jangan jadi pemimpi, jadilah pendekar!

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap