Jangan Hanya Dewi Persik

Dalam beberapa hari ini sering sekali kita melihat polemik antara Dewi Persik dengan Bupati Tangerang soal pencekalan Bupati Tangerang terhadap Dewi Persik diwilayah kekuasaannya.

Padahal pencekalan terhadap sesuatu yang berbau maksiat itu wajar bahkan wajib. Namun Dewi Persik dengan kata-kata sombong (padahal manusia tidak punya hak untuk sombong karena itu hanya milik Allah) menantang Bupati bahwa dia hanya berusaha memenuhi keinginan masyarakat yang ingin melihat ia bergoyang namun tidak ia (Dewi Persik) sadar bahwa bupati dipilih oleh rakyat dan ia melaksanakan amanat rakyat. Kalau ternyata dia mencekal Dewi Persik di wilayahnya itu karena masyarakat tidak ingin melihat Dewi Persik bergoyang di Tangerang. Jadi harusnya Dewi Persik menghormati keinginan masyarakat, bukankah ia ada karena masyarakat.

Namun bukannya dia sadar namun dia malah menyombongkan dirinya dengan mengatakan bahwa ia mempunyai pendidikan agama yang kuat karena ia dididik di keluarga yang taat beragama. Namun apakah dia mengerti (katanya punya agama) bahwa apa yang dilakukannya dengan memamerkan auratnya di depan orang banyak merupakan sebuah dosa dan itu seperti orang yang tidak beragama. Kalau sudah begini dimana agamanya diletakkan.

Ternyata kesombongannya tidak hanya sebatas itu, dia pun mengungkit-ngungkit kebaikannya bahwa ia adalah donator di beberapa panti asuhan bahkan ia punya seorang guru spiritual. Kalau benar guru spiritualnya itu mengerti masalah agama maka ia pasti menyuruh Dewi Persik untuk menutupi auratnya namun kenyataannya tidak, malah terkesan membelanya (sesuatu yang aneh) karena dengan terus membiarkan Dewi Persik bergoyang dengan pamer aurat maka seakan-akan ia telah mengHALALkan sesuatu yang HARAM.

Selain itu kita harapkan bukan hanya Bupati Tangerang yang mencekal hal-hal yang berbau maksiat namun juga kalau perlu seorang Presiden mencekal artis-artis (siapa saja) yang memamerkan auratnya di depan orang banyak dengan tidak memperbolehkan mereka naik panggung di Negara Indonesia dari Sabang hingga Merauke (biar mereka tahu bahwa Negara ini punya masyarakat yang memiliki agama).

Baca Tulisan Lainnya



The Author

shaleh

Seorang #Father #Teacher #Blogger #ContentWriter | Suka membaca | Bagian Guru Blogger Indonesia | Lulusan Universitas Negeri Lambung Mangkurat'08 & Universitas Negeri Surabaya'16. Lengkapnya hubungi saya disini

16 Comments

Add a Comment
  1. Rizki Eka Putra

    Saya makin nggak suka dengan dewi persik yang sangat sombong melecehkan walikota tangerang! lihat saja kehancuran karir dewi persik karena kesombongan yang sudah kelewatan.

  2. wah, aq setuju sama saran kamu..
    memang seharusnya aurat itu ditutup..

    wah,semoga aja tulisan kamu ini di liat oleh orang2 yang berkepentingan ya…

  3. Kok belain Dewi persik suka ya Oom ama orangnya???? Just kidding

  4. Memang seharusnya bukan cuma Dewi Persik yang dicekal, tapi semua artis Indonesia, kecuali beberapa gelintir saja seperti Inneke Koesherawati yang menutup aurat. Bukankah aurat itu dari kepala sampai kaki?

    Kalau standarnya aurat, mestinya semua artis, semua sinetron, semua acara tv, yang tidak menutup aurat, dicekal. Semuanya harus pakai jilbab.

Leave a Reply

© 2014 Powered by rumahshaleh - sitemap